Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran Didesak Serang Haifa Israel

Senin, 30 November 2020 - 06:49 WIB
loading...
A A A
"Musuh kriminal tidak menyesal kecuali dengan reaksi yang keras," katanya kepada radio pemerintah Iran.

Analis membandingkan Fakhrizadeh dengan J Robert Oppenheimer, ilmuwan yang memimpin Manhattan Project AS dalam Perang Dunia Kedua yang mengembangkan bom atom.

Fakhrizadeh mengepalai apa yang disebut program Amad di Iran yang diduga Israel dan Barat sebagai operasi militer yang melihat kelayakan untuk membangun senjata nuklir.

(Baca juga : Dankormar Instruksikan Marinir Gelar Latihan Perang Kota, Ada Apa? )

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa "program terstruktur" itu berakhir pada tahun 2003. Iran telah lama mempertahankan program nuklirnya untuk tujuan damai.

Pembunuhan Fakhrizadeh kemungkinan akan memperumit rencana Joe Biden, presiden terpilih AS, yang mengatakan pemerintahannya akan mempertimbangkan untuk memasukkan kembali kesepakatan nuklir Teheran dengan negara-negara kekuatan dunia.

Ini juga meningkatkan risiko konflik terbuka dalam minggu-minggu yang tersisa dari pemerintahan Prsiden Donald Trump, yang secara sepihak menarik AS dari perjanjian nuklir Iran pada 2018 lalu. Setelah menarik diri dari perjanjian tersebut, pemerintah Trump menjatuhkan serentetan sanksi terhadap Teheran.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Rekomendasi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved