Trump Sebut Twitter sebagai Ancaman Terhadap Keamanan Nasional

Minggu, 29 November 2020 - 11:36 WIB
loading...
Trump Sebut Twitter...
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan Twitter sebagai ancaman keamanan nasional, setelah #DiaperDon menjadi viral di Twitter. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump menyatakan Twitter sebagai ancaman keamanan nasional. Pernyataan ini datang setelah #DiaperDon menjadi viral di Twitter.

“Twitter mengirimkan "tren" yang benar-benar salah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang benar-benar sedang tren di dunia. Mereka mengada-ada dan hanya "barang" negatif," kata Trump, seperti dilansir Independent pada Minggu (29/11/2020).

Trump tidak mengatakan topik trending mana yang membuatnya kesal. Tetapi, setelah konferensi pers Kamis lalu, yang membuatnya dengan marah menyerang seorang reporter dari balik meja yang sangat kecil, tagar #DiaperDon melonjak ke puncak daftar trending Twitter di AS dan Inggris.

“Untuk tujuan keamanan nasional, Bagian 230 harus segera diakhiri," tegas Trump, mengacu pada bagian dari undang-undang tahun 1996 yang melindungi situs web dari tuntutan hukum atas konten yang diposting oleh pengguna. Setiap perubahan pada perlindungan ini akan mengubah cara kerja internet secara mendasar.

MeidasTouch, komite aksi politik anti-Trump, mengambil kredit atas ramainya penggunaan tagar tersebut. ( Baca juga: Twitter Akan Alihkan Akun Kepresidenan AS ke Joe Biden )

"Kami menjadikan #DiaperDon sebagai tren nomor satu di AS. Trump mengalami kehancuran dan ingin menyatakan tren Twitter sebagai ancaman keamanan nasional," kata MeidasTouch.

Pemimpin Twitter, Jack Dorsey pernah mengatakan di masa lalu bahwa meskipun karyawannya mungkin memiliki bias ke kiri, ini tidak memengaruhi cara Twitter membuat keputusan tentang konten di platformnya.

Selain itu, ada bukti yang menunjukkan bahwa perusahaan media sosial sebenarnya lebih melayani kaum konservatif untuk menghindari bias politik. ( Baca juga: Para PNS Amerika Terancam Pemecatan Massal karena Perintah Trump )

Ini termasuk laporan terbaru yang menyarankan eksekutif Facebook mengambil keputusan untuk mengakhiri penelitian yang akan membuat situs media sosial kurang terpolarisasi karena khawatir akan menargetkan pengguna sayap kanan secara tidak adil.
ReplyForward
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved