Demonstran Thailand Bergerak ke Pinggiran Bangkok

loading...
Demonstran Thailand Bergerak ke Pinggiran Bangkok
Demonstran berunjuk rasa di pinggiran Bangkok, Thailand. Foto/REUTERS
BANGKOK - Demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa di pinggiran Bangkok dengan parade bebek. Mereka berorasi menuntut Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha mundur, konstitusi baru dan reformasi kerajaan.

Unjuk rasa terjadi pekan ini meski ada ancaman dari Prayuth untuk menggunakan semua Undang-undang (UU) terhadap demonstran.

Ratusan orang berkumpul di Nonthaburi dan Bang Na, di barat laut dan tenggara Bangkok.

“Kami telah bertahun-tahun mengalami kediktatoran yang korup. Kami ingin pemilu di mana suara kami benar-benar didengar,” ungkap seorang lulusan sarjana baru berusia 24 tahun, yang hanya memberikan nama panggilannya “A”. (Baca Juga: Cerpelai ‘Zombie’ yang Bangkit dari Kuburan Massal akan Dibakar)



Para pengunjuk rasa menuntut Prayuth mundur, menuduhnya merekayasa pemilu tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan yang direbutnya dari pemerintah terpilih dalam kudeta 2014. (Lihat Infografis: Iran Sangat Terpukul Akibat Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Mereka)

Prayuth mengatakan pemungutan suara itu adil dan dia tidak akan mengundurkan diri. (Lihat Video: KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Priatna Sebagai Tersangka)

Para pengunjuk rasa juga melanggar tabu dengan mengupayakan reformasi untuk membatasi kekuasaan monarki Raja Maha Vajiralongkorn.



Menurut demonstran, kerajaan mengizinkan dominasi militer selama beberapa dekade terakhir.

Istana tidak memberikan komentar sejak protes terjadi. Raja mengatakan meskipun ada demonstrasi, para pengunjuk rasa dicintai semua.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top