Presiden Iran Tuduh Israel Bunuh Fakhrizadeh, Hindari Perangkap Zionis

Sabtu, 28 November 2020 - 18:01 WIB
loading...
Presiden Iran Tuduh...
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani tuduh Israel membunuh pakar nuklir Mohsen Fakhrizadeh. Pembunuhan itu semakin meningkatkan ketegangan di wilayah Timur Tengah dan lebih luas lagi.

(Baca juga : Perusahaan Ini Jual Beli Wajah Manusia, Mau Wajah Anda Dibeli Seharga Rp5,5 Juta? )

"Rakyat kami lebih bijaksana daripada jatuh ke dalam perangkap rezim Zionis (Israel). Iran pasti akan merespon kemartiran ilmuwan kami pada waktu yang tepat," tegas Rouhani dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi.

“Sekali lagi, tangan jahat Arogansi Global dan para tentara bayaran Zionis (Israel) ternoda dengan darah seorang putra Iran," ujar Rouhani dalam pernyataan sebelumnya pada Sabtu (28/11).

(Baca juga : Mogok Makan Selama 103 Hari, Israel Bebaskan Tahanan Palestina )

Presiden Iran Tuduh Israel Bunuh Fakhrizadeh, Hindari Perangkap Zionis


Dia menambahkan kematian Fakhrizadeh tidak akan memperlambat program nuklir Iran. (Baca Juga: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh, Teheran Sudah Jadi Jalan yang Disusuri Mossad?)

Israel menolak berkomentar tentang pembunuhan itu. (Lihat Infografis: Iran Sangat Terpukul Akibat Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Mereka)

Kematian Fakhrizadeh dapat memicu konfrontasi antara Iran dan musuh-musuhnya pada pekan-pekan terakhir masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Lihat Video: KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Priatna Sebagai Tersangka)

Hal ini juga dapat mempersulit upaya apa pun yang dilakukan Presiden AS terpilih Joe Biden untuk menghidupkan kembali kebijakan era Barack Obama setelah Biden menjabat pada Januari.

Gedung Putih, Pentagon, Departemen Luar Negeri AS, dan CIA menolak berkomentar, begitu juga tim transisi Biden.

Setidaknya empat ilmuwan tewas antara 2010 dan 2012 dalam apa yang dikatakan Teheran sebagai program pembunuhan yang bertujuan menyabotase program energi nuklirnya.

Iran selalu membantah tuduhan berupaya membangun senjata nuklir.

Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan setelah satu mobil penuh bom meledak di dekat kendaraan Fakhrizadeh sekitar pukul 14.30 waktu setempat, salah satu pembunuh mulai menghujani peluru ke mobilnya.

Salah satu pengawal Fakhrizadeh ditembak empat kali dan Fakhrizadeh diangkut dengan helikopter ke satu rumah sakit di kota Absard, daerah Damavand, sekitar 70 km timur Teheran. Dia meninggal dunia di rumah sakit.

Seorang saksi mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa ada tembakan berulang kali dan pengawal Fakhrizadeh bentrok dengan para pembunuh.

Aksi pembunuhan ini jelas sangat profesional dan dilakukan di sekitar pusat pemerintahan Iran. Pembunuhan ini pun menjadi pukulan keras bagi Teheran, terutama dalam melindungi para pakar nuklirnya yang menjadi incaran pasukan pembunuh Israel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Gol Jonathan Tah Dibatalkan,...
Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved