AS Kerahkan Kapal Induk Nimitz setelah Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh
Sabtu, 28 November 2020 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok Tempur Kapal Induk USS Nimitz meninggalkan Teluk Persia awal bulan ini untuk melakukan latihan di Samudra Hindia bersama Australia, India, dan Jepang—yang membentuk koalisi keamanan informal yang dikenal sebagai "Quad".
Dengan selesainya latihan itu, kapal perang AS sekarang akan kembali ke halaman belakang Iran, di mana Washington telah mempertahankan kehadiran yang signifikan selama masa jabatan Trump.
Terlepas dari jaminan pejabat pertahanan bahwa pengerahan Kelompok Tempur USS Nimitz tidak terkait dengan pembunuhan tersebut, utusan Teheran untuk PBB; Majijd Takht Ravanchi, memperingatkan negaranya akan menanggapi setiap "tindakan petualangan" oleh Washington atau Tel Aviv.
"Peringatan terhadap tindakan petualangan apa pun oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara saya, terutama selama sisa periode pemerintahan Amerika Serikat saat ini, Republik Islam Iran berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyatnya dan mengamankan kepentingannya," bunyi surat diplomat itu kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonios Guterres, yang dilihat Reuters, Sabtu (28/11/2020).
Surat tersebut juga mengatakan bahwa ada "indikasi serius tanggung jawab Israel" dalam pembunuhan Fakhrizadeh dan Teheran berhak untuk membela diri.
Dengan selesainya latihan itu, kapal perang AS sekarang akan kembali ke halaman belakang Iran, di mana Washington telah mempertahankan kehadiran yang signifikan selama masa jabatan Trump.
Terlepas dari jaminan pejabat pertahanan bahwa pengerahan Kelompok Tempur USS Nimitz tidak terkait dengan pembunuhan tersebut, utusan Teheran untuk PBB; Majijd Takht Ravanchi, memperingatkan negaranya akan menanggapi setiap "tindakan petualangan" oleh Washington atau Tel Aviv.
"Peringatan terhadap tindakan petualangan apa pun oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara saya, terutama selama sisa periode pemerintahan Amerika Serikat saat ini, Republik Islam Iran berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyatnya dan mengamankan kepentingannya," bunyi surat diplomat itu kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonios Guterres, yang dilihat Reuters, Sabtu (28/11/2020).
Surat tersebut juga mengatakan bahwa ada "indikasi serius tanggung jawab Israel" dalam pembunuhan Fakhrizadeh dan Teheran berhak untuk membela diri.
(min)
Lihat Juga :