Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh, Teheran Sudah Jadi Jalan yang Disusuri Mossad?

Sabtu, 28 November 2020 - 11:04 WIB
loading...
A A A
Dia lahir pada tahun 1958 dan dibesarkan di bawah rezim Shah. Dia menjadi dewasa selama revolusi Islam. Menurut sejumlah laporan media Iran, dia adalah seorang Brigadir Jenderal di IRGC. Artinya dia seorang ideologis, bukan hanya seorang ilmuwan.

Elemen kunci lainnya dari program nuklir Iran telah menjadi sasaran selama bertahun-tahun. Pada tahun 2012 seorang ilmuwan nuklir Iran juga terbunuh di Teheran. Awal tahun ini, pada bulan Juni dan Juli, beberapa ledakan misterius menargetkan program rudal Iran di dekat Khojir dan di situs nuklir di Natanz. Iran juga menjadi sasaran serangan virus komputer yang menghambat program nuklirnya dalam satu setengah dekade terakhir.

Pembunuhan terhadap Fakhrizadeh menimbulkan gelombang kejutan bagi mereka yang menonton Iran. Dia adalah seorang akademisi dan dituduh oleh Israel mengerjakan program rahasia Amad untuk mengembangkan senjata nuklir dan telah menjadi target di masa lalu. Dia memiliki detail keamanan. Dia pernah dibahasa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pidato tahun 2018.

Orang-orang Iran men-tweet tentang pembunuhan itu dengan terkejut dan geram. Mereka juga menyoroti kemampuan mereka yang membunuh sang ilmuwan. Selain tweet yang menyalahkan Mossad dan Israel, ada perdebatan lain bagaimana hal itu bisa terjadi. Seorang pengguna menyatakan bahwa serangan itu terkait dengan pertemuan beberapa hari lalu antara Israel dan Arab Saudi. Yang lain berkomentar tentang "pesan" kepada Iran yang dikirim sekitar seminggu yang lalu selama pertemuan tingkat tinggi antara Saudi dan Israel.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved