Turki Kecam Upaya Parlemen Eropa Terapkan Sanksi Terkait Siprus

Jum'at, 27 November 2020 - 18:29 WIB
loading...
Turki Kecam Upaya Parlemen...
Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki mengecam upaya Parlemen Eropa menerapkan sanksi pada Ankara terkait kunjungan Presiden Tayyip Erdogan ke Siprus Turki di Siprus Utara.

Ankara menyebut upaya itu mengabaikan kenyataan yang ada. Parlemen Eropa menyepakati resolusi tidak mengikat yang mendukung Siprus mendesak para pemimpin Uni Eropa (UE) mengambil langkah dan menerapkan sanksi keras pada Turki.

Langkah ini tampaknya untuk mendukung upaya Prancis menerapkan sanksi pada Turki saat konferensi tingkat tinggi (KTT) UE bulan depan. Siprus Yunani merupakan anggota UE.

Turki berselisih dengan anggota UE, Yunani dan Siprus, atas eksplorasi hidrokarbon di perairan sengketa Mediterania timur. (Baca Juga: Parlemen Prancis dan UE Dorong Sanksi untuk Turki Bulan Depan)

Erdogan membuat marah Siprus pada 15 November dengan mengunjungi Varosha, resor di pulau yang telah dipagari dan ditinggalkan di tanah tak bertuan sejak 1974. (Lihat Infografis: Mengenal Iglesia Maradoniana, Agama untuk Puja Maradona)

Siprus terbagi dua, yakni bagian selatan yang disebut Siprus Yunani dan bagian utara yang disebut Siprus Utara atau Siprus Turki. (Lihat Video: Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi, Bogor)

Ankara mendukung pembukaan kembali sebagian Varosha bulan lalu dalam langkah yang dikritik oleh Amerika Serikat, Yunani dan Siprus Yunani.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki Hami Aksoy mengecam resolusi Parlemen Eropa tersebut. Dia menuduh Parlemen Eropa "berprasangka buruk dan terputus dari kenyataan" di Siprus.



"Jika pendekatan dan mentalitas ini dipertahankan, tidak mungkin bagi badan-badan UE untuk memberikan kontribusi yang konstruktif untuk penyelesaian masalah Siprus," tegas Aksoy.

Siprus telah terpecah sejak invasi Turki 1974 setelah kudeta singkat yang diilhami Yunani. Hanya Ankara yang mengakui Siprus Utara sebagai negara merdeka, tetapi bukan pemerintah Siprus Yunani yang diakui secara internasional di wilayah selatan.

Prancis belum memberikan sanksi terhadap Turki, tetapi para diplomat mengatakan tindakan apa pun mungkin akan menargetkan ekonomi Turki yang terkait dengan eksplorasi gas alam di laut lepas pantai Siprus.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Paket Sanksi Baru Disiapkan...
Paket Sanksi Baru Disiapkan Uni Eropa untuk Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved