Mogok Makan Selama 103 Hari, Israel Bebaskan Tahanan Palestina
Jum'at, 27 November 2020 - 05:18 WIB
loading...
A
A
A
"Kebebasan saya adalah kebebasan rakyat saya, dan kami telah memenangkan pendudukan dengan kemauan dan tekad kami," ujarnya kepada wartawan lokal seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (27/11/2020).
Dia mengatakan bahwa kesehatannya baik-baik saja.
"Saya merasakan sakit di persendian saya, tetapi saya akan baik-baik saja, insya Allah," sambungnya.
Akhras (49) ditangkap pada bulan Juli dan dirawat di rumah sakit di Pusat Medis Kaplan pada bulan September, di mana dia kemudian dipindahkan ke rumah sakit al-Najah.
Dia berhenti menerima makanan atau minuman pada hari penangkapannya pada 27 Juli. Badan intelijen internal Israel, Shin Bet, mengklaim bahwa Akhras adalah anggota Jihad Islam.(Baca juga: Tabrak Pasukan Israel dengan Mobil, Pria Palestina Tewas Ditembak )
Dia mengatakan bahwa kesehatannya baik-baik saja.
"Saya merasakan sakit di persendian saya, tetapi saya akan baik-baik saja, insya Allah," sambungnya.
Akhras (49) ditangkap pada bulan Juli dan dirawat di rumah sakit di Pusat Medis Kaplan pada bulan September, di mana dia kemudian dipindahkan ke rumah sakit al-Najah.
Dia berhenti menerima makanan atau minuman pada hari penangkapannya pada 27 Juli. Badan intelijen internal Israel, Shin Bet, mengklaim bahwa Akhras adalah anggota Jihad Islam.(Baca juga: Tabrak Pasukan Israel dengan Mobil, Pria Palestina Tewas Ditembak )
Lihat Juga :