Turki Nilai Resolusi Senat Prancis Soal Nagorno-Karabkah Konyol

Kamis, 26 November 2020 - 21:32 WIB
loading...
A A A
Mengutip agresi dan provokasi tentara Armenia yang pertama kali diperlihatkan di daerah perbatasan Tovuz dan kemudian di Karabakh Atas, Ankara mengatakan bahwa Azerbaijan memberikan tanggapan yang diperlukan dan memulihkan integritas teritorialnya dengan membebaskan wilayahnya yang telah diduduki selama hampir 30 tahun.

"Kemenangan tentara Azerbaijan di lapangan adalah "perwujudan" hak-hak yang dicatat dalam proses Minsk, di mana Prancis juga menjadi ketua bersama, tetapi tidak direalisasikan. Resolusi PBB yang relevan memerintahkan penarikan segera dan tanpa syarat orang-orang Armenia dari wilayah Azerbaijan yang diduduki," ujarnya.

“Namun, seruan Senat Prancis kepada Azerbaijan untuk menarik diri dari tanahnya sendiri, yang dibebaskan dari pendudukan, adalah manifestasi dari pemahaman yang konyol, bias, dan jauh dari kenyataan yang tidak dapat dianggap serius. Keputusan ini tidak memiliki akal sehat, yang tidak dapat dijelaskan dengan justifikasi yang masuk akal, dan juga membatasi kemampuan Prancis untuk berkontribusi secara nyata untuk solusi masalah tersebut," sambungnya.

Dalam pernyatannya, kementerian itu mendefinisikan obsesi Prancis baru-baru ini dengan Turki sebagai tidak mengejutkan, tetapi juga memprovokasi pikiran. ( Baca juga: Turki Kirim Tentara ke Nagorno-Karabakh )

Mereka kemudian meminta Prancis untuk mengadopsi persepsi obyektif dan tidak bias atas tindakan Turki di wilayah sekitarnya sambil menahan diri dari membuat referensi yang sangat keliru tentang sejarah atau masalah yang tidak relevan demi hubungan bilateral.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved