Misi Teknik Pertanian Taiwan Melakukan Kegiatan Pertanian Mengakar di Indonesia Selama 44 Tahun

loading...
Misi Teknik Pertanian Taiwan Melakukan Kegiatan Pertanian Mengakar di Indonesia Selama 44 Tahun
Petani dari tim produksi dan pemasaran sedang memanen kembang kol. Foto/TETO
JAKARTA - Terik matahari yang menggantung tinggi di langit, disertai suhu panas mendekati 35 derajat Celcius, di lahan pertanian di kawasan Karawang yang dikenal sebagai "Gudang Beras Indonesia", Expert dari Misi Teknik Pertanian Taiwan (TTM) Chiu melakukan pengecekan tanaman di lahan bersama dengan petani Indonesia. Wajah gelap karena terikan matahari dari para petani terlihat tersenyum cerah disaat melihat sayuran yang akan segera dipanen.

Di wilayah Karawang, yang tradisional mata pencahariannya secara turun temurun adalah bercocok tanam padi, melalui bantuan TTM, para petani berhasil menanam tanaman hortikultura berkualitas tinggi seperti sayuran tomat kecil, okra dan jambu biji. Bagaimana cara TTM untuk membantu petani meningkatkan pendapatan tahunan mereka sekitar 20% tahun ini!

( Baca juga: Taiwan Education Center in Surabaya Gelar Pameran Daring untuk Pelajar Indonesia )

Chiu, ahli Taiwan asal Hsinchu, saat ini bertanggung jawab atas proyek pengembangan hortikultura daerah Karawang. Pada tahun 2019, ia datang ke Indonesia dengan membawa pengalaman bertani selama bertahun-tahun di Taiwan. Ia bertekad untuk membudidayakan tanaman hortikultura di daerah Karawang, memberikan sumbangsih untuk tanah Indonesia ini. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, Chiu mengajar petani lokal mulai dari teknik penanaman, pembibitan, penanaman, transplantasi, penyakit dan hama serangga sampai ke produksi dan penjualan.



"Saya teringat saat mulai mendiskusikan budidaya tanaman dengan petani, petani selalu bilang ingin menanam brokoli, saat itu saya berpikir sepertinya ada masalah, brokoli merupakan tanaman jenis dingin dan tidak dapat ditanam tanpa ketinggian tertentu di Indonesia," ucapnya, seperti dikutip dari siaran pres Taiwan Economic and Trade Office (TETO) Indonesia yang diterima Sindonews pada Rabu (25/11/200).

"Apakah Indonesia memiliki jenis tanaman unik? Dengan hati penasaran akhirnya saya memutuskan pergi ke ladang bersama para petani dan menemukan ternyata yang dibicarakan oleh para petani itu adalah kembang kol. Memang kembang kol bisa tahan panas dan bisa beradaptasi dengan iklim Karawang yang cukup panas," sambungnya.

Selain kondisi iklim, tantangan lain yang dihadapi oleh tim teknis Taiwan dalam pendampingan awal adalah Karawang termasuk dalam kawasan persawahan. Tanah disana sudah lama tergenang air, sehingga tekstur tanah menjadi lengket dan berat, yang tidak kondusif untuk sebagian besar tanaman hortikultura.



( Baca juga: Mentan Ajak Penyuluh Pertanian Paham Agroklimat Antisipasi La Nina )
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top