Kisah Bocah 7 Tahun Ditelantarkan sejak Lahir di Saudi oleh Ibu WNI
Rabu, 25 November 2020 - 09:55 WIB
loading...
MR, bocah tujuh tahun yang ditelantarkan sejak lahir di Arab Saudi oleh orangtuanya; pasangan warga Indonesia dan Pakistan. Foto/KJRI Jeddah
A
A
A
JEDDAH - Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun ditelantarkan kedua orangtuanya di Arab Saudi sejak lahir. Dia merupakan anak dari pasangan pria Pakistan dan perempuan Indonesia.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah turun tangan dengan mengantar kepulangan bocah berinisial MR itu ke Indonesia.
(Baca juga : Polsek Tanjung Priok Bekuk 2 Artis Terkait Prostitusi Online )
Anak kelahiran 2013 tersebut ditemukan KJRI Jeddah melalui laporan dari polisi wilayah Al-Mator, Madinah. Atas arahan Kepala Kejaksaan Negeri Madinah, pihak kepolisian mengirim surat yang isinya meminta KJRI Jeddah agar menjemput anak yang telantar tersebut. Alhasil, pada 7 Juni 2020, tim KJRI Jeddah mendatangi polisi wilayah Al-Mator di Madinah untuk menjemput MR.
(Baca juga : Fakta Rolex Green Submariner di Lingkaran Dugaan Korupsi Edhy Prabowo )
Sembari menunggu pengurusan dokumen kepulangan, MR ditempatkan sementara di shelter KJRI Jeddah. Dia diberikan buku-buku pelajaran sekolah yang sesuai usianya untuk mengisi waktu. Saat belajar, MR diasuh oleh staf KJRI Jeddah dan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di shelter untuk mengenal huruf, belajar menulis dan membaca bacaan berbahasa Indonesia. (Baca: Serangan Udara Gempur Pinggiran Damaskus, Suriah Tuduh Agresi Israel )
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah turun tangan dengan mengantar kepulangan bocah berinisial MR itu ke Indonesia.
(Baca juga : Polsek Tanjung Priok Bekuk 2 Artis Terkait Prostitusi Online )
Anak kelahiran 2013 tersebut ditemukan KJRI Jeddah melalui laporan dari polisi wilayah Al-Mator, Madinah. Atas arahan Kepala Kejaksaan Negeri Madinah, pihak kepolisian mengirim surat yang isinya meminta KJRI Jeddah agar menjemput anak yang telantar tersebut. Alhasil, pada 7 Juni 2020, tim KJRI Jeddah mendatangi polisi wilayah Al-Mator di Madinah untuk menjemput MR.
(Baca juga : Fakta Rolex Green Submariner di Lingkaran Dugaan Korupsi Edhy Prabowo )
Sembari menunggu pengurusan dokumen kepulangan, MR ditempatkan sementara di shelter KJRI Jeddah. Dia diberikan buku-buku pelajaran sekolah yang sesuai usianya untuk mengisi waktu. Saat belajar, MR diasuh oleh staf KJRI Jeddah dan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di shelter untuk mengenal huruf, belajar menulis dan membaca bacaan berbahasa Indonesia. (Baca: Serangan Udara Gempur Pinggiran Damaskus, Suriah Tuduh Agresi Israel )
Lihat Juga :