Pemimpin Tertinggi Iran Menolak Negosiasi Baru dengan Barat
Rabu, 25 November 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Iran sejak lama mengatakan tidak akan bernegosiasi mengenai rudal, dan tidak ada pembicaraan yang dapat dimulai kecuali Washington kembali ke perjanjian nuklir serta mencabut sanksi tanpa syarat. (Lihat Video: Siapkan Langkah Hukum, JK Bantah Danai Kepulangan Rizieq)
Dalam pernyataan yang dilaporkan televisi pemerintah pada Selasa (24/11), Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyatakan keraguannya tentang keseluruhan proyek negosiasi dengan Barat.
"Kami pernah mencoba cara agar sanksi dicabut dan dinegosiasikan beberapa tahun, tetapi ini tidak membawa kami kemana-mana," ujar dia.
“Mereka ikut campur urusan wilayah, mereka menyuruh kami untuk tidak ikut campur. Dan saat Inggris dan Prancis memiliki rudal nuklir, mereka memberi tahu kami untuk tidak memiliki rudal. Apa hubungannya dengan Anda? Anda harus terlebih dahulu mengoreksi diri Anda sendiri,” ujar dia.
Khamenei telah lama mengkritik negosiasi dengan Barat. Meski demikian, dia memberikan restu utamanya pada kesepakatan nuklir ketika kesepakatan itu tercapai.
Sanksi AS yang kembali diterapkan Trump menghantam ekonomi Iran dengan keras, merusak janji Presiden Hassan Rouhani bahwa membuka negara itu kepada dunia akan meningkatkan kualitas hidup.
Dalam pernyataan yang dilaporkan televisi pemerintah pada Selasa (24/11), Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyatakan keraguannya tentang keseluruhan proyek negosiasi dengan Barat.
"Kami pernah mencoba cara agar sanksi dicabut dan dinegosiasikan beberapa tahun, tetapi ini tidak membawa kami kemana-mana," ujar dia.
“Mereka ikut campur urusan wilayah, mereka menyuruh kami untuk tidak ikut campur. Dan saat Inggris dan Prancis memiliki rudal nuklir, mereka memberi tahu kami untuk tidak memiliki rudal. Apa hubungannya dengan Anda? Anda harus terlebih dahulu mengoreksi diri Anda sendiri,” ujar dia.
Khamenei telah lama mengkritik negosiasi dengan Barat. Meski demikian, dia memberikan restu utamanya pada kesepakatan nuklir ketika kesepakatan itu tercapai.
Sanksi AS yang kembali diterapkan Trump menghantam ekonomi Iran dengan keras, merusak janji Presiden Hassan Rouhani bahwa membuka negara itu kepada dunia akan meningkatkan kualitas hidup.
Lihat Juga :