Arab Saudi Ingin Jadi Bagian Kesepakatan Apapun Antara AS dan Iran
Selasa, 24 November 2020 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan itu membatasi kemampuan nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. (Lihat Infografis: AS Ujicoba Jet Siluman F-35 untuk Serangan Nuklir Supersonik)
Pada 2018, Presiden AS Donald Trump menarik AS dari apa yang disebutnya sebagai "kesepakatan terburuk dalam sejarah" dan menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran. (Lihat Video: Siapkan Langkah Hukum, JK Bantah Danai Kepulangan Rizieq)
“Potensi JCPOA ++ dapat melangkah lebih jauh dari pendahulunya dengan mengatasi laporan bahwa Iran mempersenjatai milisi, apakah itu Houthi di Yaman, atau kelompok tertentu di Irak atau di Suriah atau Lebanon, dan bahkan lebih jauh," papar Bin Farhan.
Menurut CNBC, pejabat Saudi juga menyatakan, “Kesepakatan baru itu dapat mengatasi program rudal balistik Iran dan program senjata lainnya yang terus digunakan untuk menyebarkan kekacauan di seluruh wilayah."
Pada 2018, Presiden AS Donald Trump menarik AS dari apa yang disebutnya sebagai "kesepakatan terburuk dalam sejarah" dan menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran. (Lihat Video: Siapkan Langkah Hukum, JK Bantah Danai Kepulangan Rizieq)
“Potensi JCPOA ++ dapat melangkah lebih jauh dari pendahulunya dengan mengatasi laporan bahwa Iran mempersenjatai milisi, apakah itu Houthi di Yaman, atau kelompok tertentu di Irak atau di Suriah atau Lebanon, dan bahkan lebih jauh," papar Bin Farhan.
Menurut CNBC, pejabat Saudi juga menyatakan, “Kesepakatan baru itu dapat mengatasi program rudal balistik Iran dan program senjata lainnya yang terus digunakan untuk menyebarkan kekacauan di seluruh wilayah."
(sya)
Lihat Juga :