Rusia Patok Harga Vaksin Covid-19 Sputnik V Sekitar Rp140 Ribu

Selasa, 24 November 2020 - 17:59 WIB
loading...
Rusia Patok Harga Vaksin...
RDIF menuturkan, harga vaksin Sputnik V akan kurang dari USD 10 atau sekitar Rp. 140 ribu untuk pasar internasional per dosisnya. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengembangan dan distribusi vaksin Rusia merilis harga vaksin Covid-19 mereka. RDIF menuturkan, harga vaksin Sputnik V akan kurang dari USD 10 atau sekitar Rp. 140 ribu untuk pasar internasional perdosisnya.

RDIF, dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Selasa (24/11/2020), menuturkan vaksin mereka membutuhkan dua dosis untuk benar-benar efektif, ini berarti setiap orang hanya membutuhkan dana Rp. 280 ribu untuk bisa mendapatkan vaksinasi lengkap.

Hal ini, papar RDIF, menjadikan vaksin Sputnik V dua kali lebih murah dibandingkan vaksin asing berbasis teknologi mRNA dengan tingkat kemanjuran yang sama. RIDF menuturkan, bagi warga Rusia vaksin ini akan diberika secara cuma-cuma.

CEO RDIF, Kiril Dmitriev mengatakan bahwa berdasarkan hasil tes terbaru, tingkat efektivitas vaksin Sputnik V telah melebihi angka 90 persen, atau sama dengan vaksin buatan Pfizer dan Moderna. ( Baca juga: Soal Harga Vaksin Mandiri, Erick Thohir: Kita Tidak Mark Up! )

“Gamaleya Center telah mengembangkan salah satu vaksin paling efisien melawan virus Corona di dunia dengan tingkat kemanjuran lebih dari 90% dan harga yang dua kali lebih rendah dibandingkan dengan vaksin lain dengan tingkat kemanjuran yang sama," ucapnya.

Keunikan vaksin Rusia, jelasnya, terletak pada penggunaan dua vektor adenoviral manusia yang berbeda yang memungkinkan respons imun yang lebih kuat dan jangka panjang dibandingkan dengan vaksin yang menggunakan satu vektor yang sama untuk dua dosis. ( Baca juga: Hampir Semua Pengembang Vaksin Covid-19 Digedor Demi Bantu Menkes Terawan )

"Kami siap untuk memulai pengiriman vaksin Sputnik V ke pasar luar negeri berkat kemitraan dengan produsen di India, Brasil, Korea Selatan, China dan empat negara lainnya," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
100 Ribu Narapidana...
100 Ribu Narapidana Sudah Direkrut Rusia untuk Perang di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved