Eks Putra Mahkota Saudi yang Dilaporkan Ditahan Alami Serangan Jantung?
Senin, 11 Mei 2020 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Rangkaian tweetOtoritas Penjara pada hari Minggu memicu kontroversi di kalangan aktivis Saudi, beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan tentang nasib mantan putra mahkota. Beberapa aktivis mengatakan bahwa beberapa posting Twitter itu kemungkinan ditujukan untuk membuka jalan bagi kematian anggota keluarga kerajaan senior.
Sementara itu, sebuah akun yang mengklaim sebagai penasihat Pangeran Mohammed bin Nayef mem-posting serangkaian tweet yang mengatakan; "Penguasa de-facto Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ingin melihat Mohammed bin Nayef mati karena kelalaian medis, tetapi setelah berita bocor ke keluarga yang kesehatan pangeran semakin memburuk, MBS terpaksa mengizinkan tim medis untuk merawatnya."
Akun tersebut menambahkan bahwa kesehatan Mohammed bin Nayef telah memburuk selama lebih dari seminggu.
Sejumlah aktivis dan pengamat Arab Saudi mempertanyakan tanggapan dari Otoritas Penjara, dengan mengatakan bahwa jika akunnya diretas, mustahil memulihkannya dengan cepat.
Aktivis yang lain percaya bahwa akun itu mungkin diretas oleh orang-orang di dalam Otoritas Penjara yang merasa loyal kepada mantan putra mahkota Mohammed bin Nayef.
Aktivis Saudi, Omar Abdulaziz, mempertanyakan waktu dan isi tweet yang dihapus tersebut. "Saya ingin tahu apakah ada pelanggaran keamanan atau pendahuluan (untuk mengumumkan kematian mantan pangeran mahkota)."
Sementara itu, sebuah akun yang mengklaim sebagai penasihat Pangeran Mohammed bin Nayef mem-posting serangkaian tweet yang mengatakan; "Penguasa de-facto Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ingin melihat Mohammed bin Nayef mati karena kelalaian medis, tetapi setelah berita bocor ke keluarga yang kesehatan pangeran semakin memburuk, MBS terpaksa mengizinkan tim medis untuk merawatnya."
Akun tersebut menambahkan bahwa kesehatan Mohammed bin Nayef telah memburuk selama lebih dari seminggu.
Sejumlah aktivis dan pengamat Arab Saudi mempertanyakan tanggapan dari Otoritas Penjara, dengan mengatakan bahwa jika akunnya diretas, mustahil memulihkannya dengan cepat.
Aktivis yang lain percaya bahwa akun itu mungkin diretas oleh orang-orang di dalam Otoritas Penjara yang merasa loyal kepada mantan putra mahkota Mohammed bin Nayef.
Aktivis Saudi, Omar Abdulaziz, mempertanyakan waktu dan isi tweet yang dihapus tersebut. "Saya ingin tahu apakah ada pelanggaran keamanan atau pendahuluan (untuk mengumumkan kematian mantan pangeran mahkota)."
Lihat Juga :