AS Keluar dari Perjanjian Open Skies dan Salahkan Rusia

Senin, 23 November 2020 - 05:54 WIB
loading...
A A A
Perjanjian ini memungkinkan penandatangannya untuk melakukan sejumlah misi pengintaian udara yang saling menguntungkan di negara-negara yang menjadi pihak dalam kesepakatan itu, yang mencakup AS, Kanada, Rusia dan sebagian besar negara Eropa lainnya.

Pada bulan Mei, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuding Moskow melanggar pakta itu ketika dia mengumumkan negaranya akan berusaha untuk mengakhiri keterlibatannya dalam perjanjian tersebut. (Baca juga: Putin Sebut Sistem Pemilu AS Bermasalah )

Sebagai hasil dari keputusan itu, Amerika sekarang tidak lagi dapat mengoperasikan penerbangan pesawat mata-mata tanpa senjata di atas wilayah Rusia, atau di negara-negara penandatangan lainnya. Secara teori, mereka juga tidak akan dapat memperoleh manfaat dari intelijen yang diperoleh dari program tersebut.

Namun, ada kekhawatiran bahwa AS akan meminta foto udara Rusia diambil oleh anggota NATO lainnya, sementara melarang penerbangan serupa Rusia di atas instalasi militer AS.

Di sisi lain, AS juga menunda perpanjangan perjanjian New START dengan berusaha untuk mendapatkan kendali atas China. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dunia sudah berada di ambang perlombaan senjata yang berbahaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Netizen Heboh! Trump...
Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki
Rekomendasi
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Tinjau Tambak Lorok,...
Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Siapkan Penanganan untuk Kurangi Dampak Rob
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved