Sebut Respon Eropa Tidak Memadai, WHO Takutkan Adanya Gelombang Ketiga Covid-19
Minggu, 22 November 2020 - 21:08 WIB
loading...
Utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk masalah Covid-19, David Nabarro memperkirakan gelombang ketiga pandemi di Eropa pada awal 2021. Foto/REUTERS
A
A
A
JENEWA - Utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk masalah Covid-19, David Nabarro memperkirakan gelombang ketiga pandemi di Eropa pada awal 2021. Dia menuturkan, ini bisa terjadi jika pemerintah di Eropa mengulangi apa yang dia katakan sebagai kegagalan untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mencegah gelombang kedua infeksi.
"Mereka (Eropa) ketinggalan membangun infrastruktur yang diperlukan selama musim panas, setelah mereka mengendalikan gelombang pertama," ucapnya saat melakukan wawancara dengan surat kabar Swiss, Solothurner Zeitung. ( Baca juga: Bos WHO Mengaku Khawatir dengan Peningkatan Kasus Covid-19 di Eropa dan AS )
"Sekarang kita punya gelombang kedua. Jika mereka tidak membangun infrastruktur yang diperlukan, kita akan menghadapi gelombang ketiga pada awal tahun depan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (22/11/2020).
Eropa sempat menikmati penurunan tingkat infeksi yang sekarang melonjak lagi. Jerman dan Prancis pada hari Sabtu mengalami peningkatan kasus sebanyak 33 ribu kasus, Swiss dan Austria memiliki ribuan kasus setiap hari, sementara Turki melaporkan rekor 5.532 infeksi baru.
"Mereka (Eropa) ketinggalan membangun infrastruktur yang diperlukan selama musim panas, setelah mereka mengendalikan gelombang pertama," ucapnya saat melakukan wawancara dengan surat kabar Swiss, Solothurner Zeitung. ( Baca juga: Bos WHO Mengaku Khawatir dengan Peningkatan Kasus Covid-19 di Eropa dan AS )
"Sekarang kita punya gelombang kedua. Jika mereka tidak membangun infrastruktur yang diperlukan, kita akan menghadapi gelombang ketiga pada awal tahun depan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (22/11/2020).
Eropa sempat menikmati penurunan tingkat infeksi yang sekarang melonjak lagi. Jerman dan Prancis pada hari Sabtu mengalami peningkatan kasus sebanyak 33 ribu kasus, Swiss dan Austria memiliki ribuan kasus setiap hari, sementara Turki melaporkan rekor 5.532 infeksi baru.

Lihat Juga :