Gara-gara Pegawai Pizza Bohong, Satu Negara Bagian Australia Lockdown

Jum'at, 20 November 2020 - 16:13 WIB
loading...
Gara-gara Pegawai Pizza...
Kedai Woodville Pizza Bar dijaga polisi di Adelaide. Foto/adelaidenow.com.au
A A A
ADELAIDE - South Australia memutuskan menerapkan lockdown di negara bagian Australia itu setelah mengetahui seorang pria dengan Covid-19 berbohong tentang kaitannya dengan kedai pizza.

Lockdown ketat selama enam hari itu dimulai pada Rabu (18/11) setelah negara bagian tersebut mendeteksi 36 infeksi virus corona, termasuk kasus pertama yang didapat secara lokal sejak April.

“Tetapi perintah lockdown itu dapat dihindari jika pria itu mengatakan kepada petugas kesehatan bahwa dia telah bekerja beberapa sif di satu kedai pizza,” ungkap pernyataan pihak berwenang, dilansir BBC.



Pria itu hanya mengatakan dia pelanggan di kedai pizza tersebut. "Mengatakan saya marah adalah pernyataan yang meremehkan," ujar Perdana Menteri Negara Bagian South Australia Steven Marshall kepada wartawan. (Baca Juga: Waspada! Korsel Siap Pertegas Langkah Hadapi Gelombang Ketiga COVID-19)

Australia mengandalkan lockdown, tes yang luas, dan pelacakan kontak yang agresif untuk mendorong infeksi harian mendekati nol. (Lihat Infografis: Vaksin Moderna Klaim 94,5 Persen Efektif Lawan Virus Corona)

"Kami benar-benar marah dengan tindakan individu ini dan kami akan melihat dengan sangat hati-hati konsekuensi apa yang akan terjadi," tegas Marshall. (Lihat Video: Baliho Habib Rizieq diturunkan, Pangdam Jaya: Itu Perintah Saya!)

Tapi tampaknya tidak akan ada tindakan polisi terhadap pria itu. “Karena tidak ada hukuman yang terkait dengan berbohong," ungkap Komisaris Kepolisian South Australia Grant Stevens.

"Kegagalan orang ini untuk jujur pada pelacak kontak berarti rekan-rekan dekatnya, yang kami tahu bahwa dia memiliki kontak dekat, belum diidentifikasi dan saat ini berada di komunitas," tutur Stevens.

Gara-gara Pegawai Pizza Bohong, Satu Negara Bagian Australia Lockdown


Meskipun ada kekhawatiran seperti itu, pejabat mengatakan mereka akan mencabut lockdown pada Sabtu, tiga hari lebih awal dari yang direncanakan, setelah hanya mencatat tiga kasus baru pada Jumat.

Polisi tidak mengidentifikasi nama pria itu, tetapi mengatakan dia bekerja di Woodville Pizza Bar di Adelaide.

Ketika ditanya wartawan apakah kedai tersebut mungkin memerlukan keamanan ekstra karena kemarahan publik, Stevens berkata, "Ada banyak hal yang kami pertimbangkan saat ini."

Wabah di negara bagian mengikuti keberhasilan negara tetangga Victoria dalam melawan gelombang kedua virus corona yang telah menyebabkan sekitar 800 kematian.

Victoria telah mencatat selama 21 hari berturut-turut tidak ada kasus baru atau kematian setelah ibukotanya, Melbourne, keluar dari lockdown empat bulan yang ketat.

Australia telah mencatat sekitar 900 kematian dan 28.000 infeksi secara total.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Lebih Mengerikan Dibandingkan...
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved