Rusia Gerah AS Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Berbasis Laut

Jum'at, 20 November 2020 - 09:47 WIB
loading...
A A A
Zakharova lantas menegaskan jika uji coba sistem pertahanan rudal terbaru telah membantah narasi tersebut.(Baca juga: Sistem Pertahanan Rudal Berbasis Laut AS Sukses Hancurkan ICBM )

"Tes baru-baru ini secara langsung mengkonfirmasi kepalsuan jaminan Amerika bahwa sistem pertahanan rudal global AS tidak ditujukan untuk melawan Rusia," cetus Zakharova.

"Ini adalah bukti langsung dari contoh konkret tentang bagaimana Washington memanipulasi opini publik negaranya, berbohong kepada mitra internasionalnya dan membenarkan tindakannya di arena internasional dengan dalih yang sangat dibuat-buat," tuturnya.

Untuk diketahui, rudal SM-3 Block IIA dapat ditemukan di dekat tanah Rusia. Rudal ini telah dikerahkan ke situs Aegis Ashore di Polandia dan Rumania.

"Secara alami, kami harus mengambil langkah-langkah tanggapan yang diperlukan, yang telah kami bicarakan berkali-kali, melanjutkan tugas-tugas untuk memastikan keamanan nasional dan menjaga stabilitas strategis," ujar Zakharova.

Rusia telah lama berpendapat bahwa situs Aegis Ashore merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Nuklir Kekuatan Jarak Menengah (INF) karena situs tersebut secara teoritis dapat diubah menjadi sistem ofensif. AS meninggalkan perjanjian 1987 pada Agustus tahun lalu, alih-alih menuduh Rusia melanggar persyaratannya dengan penyebaran Novator 9M729, sebuah rudal jelajah yang diklaim pejabat AS melanggar batas perjanjian 310 hingga 3.420 mil.(Baca juga: Putin: Keputusan AS Mundur dari INF Adalah Kesalahan Besar )

Tuduhan itu ditampilkan dalam Tinjauan Kebijakan Pertahanan Rudal AS tahun lalu, yang seperti yang ditunjukkan Zakharova menganggap Rusia sebagai "musuh potensial".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Jadi Target Pembunuhan,...
Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran
Rekomendasi
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved