Covid-19 Muncul di Italia Oktober 2019, China Tolak Dicap Biang Keladi

Jum'at, 20 November 2020 - 04:24 WIB
loading...
A A A
Tetapi beberapa ilmuwan yang diwawancarai oleh Reuters mengatakan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

"Hasil ini layak untuk dilaporkan, tetapi sebagian besar harus diambil sebagai sesuatu untuk ditindaklanjuti dengan pengujian lebih lanjut," kata Mark Pagel, profesor di Sekolah Ilmu Biologi di Universitas Reading Inggris.

"Semua pasien dalam penelitian ini tidak menunjukkan gejala meskipun sebagian besar berusia 55-65 tahun dan pernah menjadi perokok. Ini biasanya merupakan kelompok berisiko tinggi untuk Covid-19, jadi membingungkan mengapa semua pasien tidak menunjukkan gejala."

Seorang co-author studi tersebut mengatakan dia dan rekan-rekannya sedang merencanakan penyelidikan lebih lanjut dan meminta para ilmuwan di seluruh dunia untuk berkontribusi.

WHO mengatakan asal usul virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak diketahui sebelum wabah di Wuhan dilaporkan. Tetapi WHO menyatakan ada kemungkinan yang tidak dapat dikesampingkan bahwa virus itu "diam-diam beredar di tempat lain".

Setidaknya ada 55.573.000 kasus infeksi yang dilaporkan secara global dengan 1.336.000 kematian.

Temuan para peneliti Italia menunjukkan 11,6% dari 959 relawan sehat yang terdaftar dalam uji coba skrining kanker antara September 2019 dan Maret 2020 memiliki tanda-tanda telah terkena virus corona SARS-CoV-2, kebanyakan dari mereka jauh sebelum Februari.

Tes antibodi SARS-CoV-2 lebih lanjut dilakukan oleh Universitas Siena untuk makalah penelitian yang sama, yang berjudul "Deteksi tak terduga dari antibodi SARS-CoV-2 pada periode pra-pandemi di Italia".

Itu menunjukkan bahwa dalam enam kasus, antibodi mampu membunuh SARS-CoV-2. Empat kasus terjadi pada Oktober 2019, yang berarti pasien telah terinfeksi pada September.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved