Ethiopia Tuding Bos WHO Dukung Pemberontak Tigray
Kamis, 19 November 2020 - 22:12 WIB
loading...
Militer Ethiopia menuduh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mendukung kelompok pemberontak di Tigray. Foto/REUTERS
A
A
A
ADDIS ABABA - Militer Ethiopia menuduh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) , Tedros Adhanom Ghebreyesus mendukung kelompok pemberontak di Tigray. Militer Ethiopia saat ini tengah terlibat pertempuran sengit dengan kelompok pemberontak di Tigray.
Kepala staf Angkatan Darat Ethiopia, Birhanu Jula mengatakan, Tedros mendukung dan mencoba untuk mendapatkan senjata dan dukungan diplomatik untuk pemerintah wilayah Tigray utara yang memberontak di negara itu.
"Orang ini (Tedros) adalah anggota kelompok itu. Apa yang kamu harapkan darinya ketika kelompoknya dan sejenisnya memasuki perang?," kata Birhanu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (19/11/2020).
Dia menyebut Tedros sebagai penjahat yang harus dicopot dari jabatannya di WHO. "Kami tidak mengharapkan dia untuk berdiri di sisi orang Etiopia dan mengutuk orang-orang ini. Dia telah melakukan segalanya untuk mendukung mereka, dia telah berkampanye untuk negara-negara tetangga untuk mengutuk perang tersebut," ucapnya.
Birhanu tidak memberikan rincian spesifik lebih lanjut tentang tuduhannya terhadap Tedros. ( Baca juga: PM Ethiopia Bersumpah Lancarkan Serangan Pamungkas ke Tigray )
Tedros sendiri adalahwarga Ethiopiaketurunan Tigray. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan Menteri Luar negeri Ethiopia dari 2005 hingga 2016 dalam koalisi pemerintah yang dipimpin oleh Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).
TPLF secara efektif memerintah negara itu selama beberapa dekade sebagai kekuatan terkuat dalam koalisi, sampai Perdana Menteri Ahmed Abiy menjabat dua tahun lalu.
Tedros, terpilih sebagai Direktur Jenderal pertama WHO yang berasal dari Afrika pada Mei 2017 dan menjadi terkenal secara global pandemi Covid-19 menghantam dunia. ( Baca juga: Horor, Kelompok Bersenjata Bantai 34 Orang di Dalam Bus Ethiopia )
Kepala staf Angkatan Darat Ethiopia, Birhanu Jula mengatakan, Tedros mendukung dan mencoba untuk mendapatkan senjata dan dukungan diplomatik untuk pemerintah wilayah Tigray utara yang memberontak di negara itu.
"Orang ini (Tedros) adalah anggota kelompok itu. Apa yang kamu harapkan darinya ketika kelompoknya dan sejenisnya memasuki perang?," kata Birhanu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (19/11/2020).
Dia menyebut Tedros sebagai penjahat yang harus dicopot dari jabatannya di WHO. "Kami tidak mengharapkan dia untuk berdiri di sisi orang Etiopia dan mengutuk orang-orang ini. Dia telah melakukan segalanya untuk mendukung mereka, dia telah berkampanye untuk negara-negara tetangga untuk mengutuk perang tersebut," ucapnya.
Birhanu tidak memberikan rincian spesifik lebih lanjut tentang tuduhannya terhadap Tedros. ( Baca juga: PM Ethiopia Bersumpah Lancarkan Serangan Pamungkas ke Tigray )
Tedros sendiri adalahwarga Ethiopiaketurunan Tigray. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan Menteri Luar negeri Ethiopia dari 2005 hingga 2016 dalam koalisi pemerintah yang dipimpin oleh Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).
TPLF secara efektif memerintah negara itu selama beberapa dekade sebagai kekuatan terkuat dalam koalisi, sampai Perdana Menteri Ahmed Abiy menjabat dua tahun lalu.
Tedros, terpilih sebagai Direktur Jenderal pertama WHO yang berasal dari Afrika pada Mei 2017 dan menjadi terkenal secara global pandemi Covid-19 menghantam dunia. ( Baca juga: Horor, Kelompok Bersenjata Bantai 34 Orang di Dalam Bus Ethiopia )
(esn)
Lihat Juga :