Jerman Tuduh Rusia dan China Mengulur-ulur Sanksi untuk Korut

Rabu, 18 November 2020 - 14:37 WIB
loading...
Jerman Tuduh Rusia dan...
Jerman menuding Rusia dan China sengaja mengulur-ulur sanksi untuk Korut. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Jerman menuduh Rusia dan China mencegah komite Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menentukan apakah Korea Utara (Korut) telah melanggar batasan PBB atas impor minyak sulingan.

DK PBB telah meningkatkan sanksi terhadap Korut sejak 2006 dalam upaya untuk mencekik pendanaan program rudal nuklir dan balistik Pyongyang. Pada 2017, negara itu dikenakan pembatasan impor minyak sulingan sebanyak 500.000 barel per tahun.

China dan Rusia adalah satu-satunya negara yang telah memberi tahu komite sanksi Korut DK PBB untuk ekspor minyak olahan ke Pyongyang, tetapi mereka melakukannya dalam ton, bukan barel. Komite sanksi DK PBB tidak dapat menyetujui tingkat konversi sehingga dapat menentukan kapan pembatasannya tercapai.



"Meskipun banyak upaya - masalah ini telah menjadi agenda tidak kurang dari tiga tahun - untuk menemukan kesepakatan tentang tingkat konversi, Rusia dan China telah menunda prosesnya," kata Duta Besar Jerman untuk PBB Christoph Heusgen, yang merupakan ketua komite sanksi, kepada wartawan.

"Meskipun ini seharusnya tidak menjadi masalah yang rumit untuk dipecahkan, menjadi jelas bahwa kedua delegasi mempolitisasi topik ini," kata Heusgen setelah mengangkat masalah secara tertutup dalam pertemuan resmi DK PBB seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (18/11/2020).

Misi Rusia dan China ke Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera menanggapi permintaan komentar.(Baca juga: Rezim Kim Jong-un Dicurigai Latih Lumba-Lumba sebagai Tentara Perang )

Selama tiga tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) dan puluhan sekutunya menuduh Korut melanggar pembatasan bahan bakar melalui impor ilegal dan menyerukan penghentian segera semua pengiriman. Namun, Rusia dan China berulang kali mencegah komite sanksi mengeluarkan pernyataan semacam itu.

Misi Korut untuk PBB di New York belum menanggapi tuduhan tersebut.(Baca juga: Korut Bangun 2 Kapal Selam Baru, Satunya untuk Tembakkan Rudal Balistik )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved