NATO: AS Tarik Pasukan, Afghanistan Akan Jadi Sarang Teroris

Rabu, 18 November 2020 - 13:18 WIB
loading...
A A A
Hampir 20 tahun kemudian, NATO hampir tidak dapat mengatakan "misi selesai". Meskipun Taliban digulingkan dari kekuasaan, pasukan bantuan NATO yang setia kepada pemerintah di Kabul telah gagal mengalahkan kelompok militan yang masih menguasai sebagian besar wilayah di negara itu.(Baca juga: NATO Nyatakan akan Tetap Pertahankan Pasukan di Irak )

Pada 2018, komandan AS di Afghanistan secara terbuka mengakui perang melawan Taliban tidak dapat dimenangkan, sementara laporan Washington Post 2019 berdasarkan dokumen resmi mengungkapkan bahwa para pejabat AS berbohong kepada publik tentang dugaan kemajuan kampanye Afghanistan selama bertahun-tahun.

NATO sama tidak efektifnya dalam mencegah kelompok ekstremis lainnya - termasuk ISIS - untuk membangun kehadiran di Afghanistan. Faktanya, Taliban yang terlibat dalam semacam perang wilayah dengan ISIS, setelah kelompok itu mendapatkan pijakan di beberapa provinsi selama beberapa tahun terakhir.

Trump telah merundingkan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari 2020. Perjanjian ini melibatkan penarikan semua pasukan asing dari Afghanistan sebagai imbalan atas keterlibatan Taliban dalam pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan untuk menemukan solusi politik yang damai untuk konflik yang berkepanjangan.

Namun, sebagian pejabat AS dan beberapa sekutu Amerika mengatakan masih terlalu dini untuk mengakhiri "perang selamanya". Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian telah menolak rencana pemerintahan Trump bahkan sebelum rinciannya secara resmi diungkapkan.(Baca juga: Bekerja, Wanita Afghanistan Ini Ditembak dan Matanya Ditusuk )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Perang di Mana-Mana,...
Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah
Rekomendasi
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
Berita Terkini
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved