Jerman Prediksi Biden akan Batalkan Rencana Pemulangan Tentara AS
Selasa, 17 November 2020 - 20:31 WIB
loading...
Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer memprediksi pemerintahan baru AS akan membatalkan rencana menarik pulang tentaranya dari pangkalan militer di Jerman. Foto/REUTERS
A
A
A
BERLIN - Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer memprediksi pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) akan membatalkan rencana menarik pulang tentaranya dari pangkalan militer di Jerman. AS berencana menarik pulang ribuan tentara mereka di Jerman tahun depan.
Juli lalu, pemerintahan Donald Trump memutuskan untuk memotong kehadiran militer AS di Jerman menjadi setengah dari jumlah saat ini. AS saat ini diketahui menempatkan 25 ribu tentara di Jerman. ( Baca juga: Arab Saudi pada Jerman: Kami Bisa Beli Senjata dari Negara-negara Lain )
"Selama kampanye pemilu, kami mendengar dari Demokrat bahwa mereka bermaksud untuk melihat kembali rencana ini dengan sangat teliti. Kita harus melihat apakah ini berarti keputusan akan dicabut sepenuhnya atau hanya disesuaikan di bagian tertentu," ucap Kramp-Karrenbauer.
Kramp-Karrenbauer kemudian menolak gagasan otonomi strategis Eropa, yang sebelumnya diajukan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dengan alasan bahwa Uni Eropa (UE) masih membutuhkan AS dan NATO untuk memastikan keamanannya.
"Gagasan tentang otonomi strategis Eropa berjalan terlalu jauh jika hal itu menumbuhkan ilusi bahwa kita dapat memastikan keamanan, stabilitas dan kemakmuran Eropa tanpa NATO dan AS," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (17/11/2020).
Dia menambahkan bahwa UE masih memerlukan beberapa dekade untuk mengumpulkan jumlah persenjataan konvensional dan strategis, yang saat ini disediakan oleh NATO dan AS, untuk bisa mandiri dalam menjaga keamanan mereka. ( Baca juga: Hendak Serang Masjid dan Bunuh Muslim, 12 Pria Didakwa di Jerman )
Juli lalu, pemerintahan Donald Trump memutuskan untuk memotong kehadiran militer AS di Jerman menjadi setengah dari jumlah saat ini. AS saat ini diketahui menempatkan 25 ribu tentara di Jerman. ( Baca juga: Arab Saudi pada Jerman: Kami Bisa Beli Senjata dari Negara-negara Lain )
"Selama kampanye pemilu, kami mendengar dari Demokrat bahwa mereka bermaksud untuk melihat kembali rencana ini dengan sangat teliti. Kita harus melihat apakah ini berarti keputusan akan dicabut sepenuhnya atau hanya disesuaikan di bagian tertentu," ucap Kramp-Karrenbauer.
Kramp-Karrenbauer kemudian menolak gagasan otonomi strategis Eropa, yang sebelumnya diajukan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dengan alasan bahwa Uni Eropa (UE) masih membutuhkan AS dan NATO untuk memastikan keamanannya.
"Gagasan tentang otonomi strategis Eropa berjalan terlalu jauh jika hal itu menumbuhkan ilusi bahwa kita dapat memastikan keamanan, stabilitas dan kemakmuran Eropa tanpa NATO dan AS," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (17/11/2020).
Dia menambahkan bahwa UE masih memerlukan beberapa dekade untuk mengumpulkan jumlah persenjataan konvensional dan strategis, yang saat ini disediakan oleh NATO dan AS, untuk bisa mandiri dalam menjaga keamanan mereka. ( Baca juga: Hendak Serang Masjid dan Bunuh Muslim, 12 Pria Didakwa di Jerman )
(esn)
Lihat Juga :