Akui Kekalahan, Trump Akan Tempuh Jalur Hukum untuk Adukan Kecurangan

Selasa, 17 November 2020 - 11:14 WIB
loading...
A A A
“Biden menang Pilpres karena kotak suara sudah diotak atik sedemikian rupa. Dia hanya menang di mata media massa penyebar hoax. Saya belum menyerah,” ujar Trump. “Saya akan mengajukan gugatan besar yang menunjukkan Pilpres 2020 dinodai banyak pelanggaran hukum,” tambahnya.

Trump melayangkan gugatan hukum untuk membalikkan hasil yang dimenangkan Biden di beberapa negara bagian. Para ahli hukum menyatakan upaya itu kemungkinan besar gagal. Komissi Pemilihan Umum (KPU) lokal juga mengatakan tidak ada bukti kuat dan cukup tentang tindak kecurangan. (Baca juga: Tips Mudah Megelola Hipertensi)

“Trump bukanlah orang yang menentukan Biden jadi presiden atau tidak,” kata Ron Klain, orang yang ditunjuk Biden menjadi Kepala Staf Gedung Putih. Namun, sampai kemarin, General Services Administration (GSA) belum mengakui kemenangan Biden mengingat gugatan Trump belum berakhir.

Sebelumnya, tim transisi Biden berencana menggugat GSA karena menunda pengakuan kemenangan Partai Demokrat. GSA biasanya langsung mengakui presiden terpilih sehingga proses transisi dapat mulai disiapkan. Namun, kali ini, hal itu tidak terjadi, sekalipun Biden sudah memperoleh lebih dari 270 electoral vote.

Di bawah Konstitusi, kapan GSA harus mengumumkan presiden terpilih tidak dipaparkan. Tapi, saat ini, GSA masih belum dapat menentukan siapa pemenang Pilpres 2020. “Kami saat ini masih belum dapat memastikan siapa yang menang,” ujar juru bicara (Jubir) GSA, Emily Murphy, yang ditunjuk Trump pada 2017.

Tim transisi Biden mengaku kecewa dengan keputusan GSA mengingat hasil penghitungan suara sudah selesai. Mereka meminta agar GSA segera melakukan tugasnya dan mengakui kemenangan Biden. “Jika tidak, kami akan mengambil jalur hukum atau opsi lainnya,” ungkap tim transisi Biden. (Baca juga: Indonesia Harus Tetap Optimistis Atasi Resesi Ekonomi)

Penundaan ini juga menutup akses tim transisi Biden untuk memperoleh dana transissi senilai jutaan dollar dan bertemu agen intelijen. Tim transissi juga tidak dapat mengakses kementerian terkait untuk memberitahu kepala negara asing terkait presiden baru AS periode 2021-2025.

Pejabat senior AS mengatakan penundaan pengakuan presiden terpilih bukanlah hal baru. Sebelumnya, GSA juga pernah menolak memulai proses transisi resmi selama lima pekan pada 2000. Saat itu, George W. Bush dan Al Gore bersaing memperebutkan ribuan suara di Florida.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved