Waspada Mutasi Baru Corona

Selasa, 17 November 2020 - 06:10 WIB
loading...
A A A
Francois Balloux, ahli virus dari Universitas College London, sepakat dengan upaya pemusnahan cerpelai yang dilakukan banyak negara di Eropa. “Perlu upaya mengetahui risiko kalau cerpelai bisa membangkitkan pandemi kedua,” ujarnya. Meskipun begitu, dia juga menegaskan, mutasi virus corona pada cerpelai tidak menyebar luas kepada manusia secara cepat.

Salah satu ahli biologi molekuler Indonesia, Ahmad Rusdjan Utomo mengatakan mutasi virus merupakan hal yang normal terjadi. Mutasi tersebut tergantung bagian virus Covid-19 yang memiliki peran untuk menjangkiti bagian protein manusia ACE-2. Reseptor ini mencari inang baru berdasarkan keberadaan ACE-2 dan manusia memiliki kecocokan sehingga penularan virus Covid-19 antarmanusia ini dapat terjadi. (Baca juga: Tips Mudah Mengelola Hipertensi)

Manusia masuk kategori makhluk mamalia. Kekerabatannya pun dekat dengan kera, kucing, anjing, harimau, cerpelai, hamster, dan tikus. Jika dilihat dari rangkaian ACE-2 pada binatang tersebut, sebenarnya tidak identik dengan manusia.

“Hamster misalnya, mudah terinfeksi seperti manusia karena susunan genetiknya secara alami memang sudah punya rangkaian yang mirip seperti di manusia sehingga studi hamster itu menarik dan bisa tahu kapan transmisi itu sangat menular,” ujarnya kemarin.

Demikian juga cerpelai atau mink, mirip seperti hamster. Ketika ada orang yang terinfeksi Covid-19 dan bekerja di peternakan cerpelai, maka bisa menginfeksi hewan peliharaan tersebut. “Jika hewan ini terinfeksi, bisa menginfeksi lagi atau spillover. Berbeda dengan harimau, kucing, anjing, tidak bisa spillover, bisa menginfeksi tapi tidak jumlahnya banyak. Kalau kera, mirip dengan manusia,” jelas lulusan Harvard Medical School, AS, tersebut.

Sejauh ini Ahmad menilai belum ada mutasi yang serius dari Covid-19. Meski ada variasi yang unik dari virus tersebut, hal itu jangan sampai mengganggu pengembangan vaksin yang sudah dijalankan. (Baca juga: Indonesia Harus Tetap Optimistis Atasi resesi Ekonomi)

“Karena harus tunggu dulu data-data yang ada pengembangan vaksin sekarang karena uji klinis itu tidak mengukur apakah mampu memproteksi dari penularan. Hal yang mereka ukur adalah proteksi dari gejala. Apakah mampu mencegah penularan? Kita enggak tahu,” ujarnya.

Dengan dasar itu dia menyarankan agar masyarakat paham tentang tujuan pengembangan vaksin. Ia pun mendorong agar masyarakat juga tetap berhati-hati terhadap potensi penyebaran Covid-19, meski nantinya sudah divaksin. Protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

WHO Butuh Pendalaman
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Balas Serangan AS di...
Balas Serangan AS di Pulau Qeshm, Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
Rekomendasi
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Breaking News: Noel...
Breaking News: Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berita Terkini
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved