Masih Terguncang, Pengungsi Etnis Armenia Kembali ke Nagorno-Karabakh
Selasa, 17 November 2020 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa mengatakan mereka kembali dengan berat hati. “Saya sudah melihat perang ketiga di sini. Pada 1992 dan 2016 saya tidak meninggalkan kota bahkan semenit pun. Tapi kali ini mengerikan,” ungkap seorang wanita paruh baya yang menolak menyebutkan namanya.
Wanita itu telah kembali ke rumahnya pada Minggu. Dia mengungsi ke kota perbatasan Armenia, Sisian setelah pertempuran pekan pertama pada awal Oktober, saat dia terpaksa bersembunyi dari serangan di tempat perlindungan.
Meski kota Stepanakert tetap berada di tangan etnis Armenia setelah kesepakatan itu, Shusha, kota terbesar kedua di Nagorno-Karabakh, sekarang dikendalikan Azerbaijan.
"Tidak ada orang Armenia di Shusha sekarang," ujar Alexander Simonyan, 35, guru senam dari Shusha.
Ketika pertempuran dimulai, dia mengirim istri dan anak-anaknya ke Armenia. Dia pun bergabung dengan pasukan pertahanan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh.
Dia sekarang tinggal dengan seorang teman di Stepanakert dan tidak punya tempat untuk menampung keluarganya. Dia berharap pemerintah setempat menawarkan mereka semua tempat tinggal. “Ini tanah kami. Kemana lagi saya bisa pergi? Saya tidak bisa tinggal di tempat lain," tutur dia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Senin pihaknya telah membantu 475 orang untuk kembali pada Minggu dan total 725 orang telah kembali sejak 14 November.
Wanita itu telah kembali ke rumahnya pada Minggu. Dia mengungsi ke kota perbatasan Armenia, Sisian setelah pertempuran pekan pertama pada awal Oktober, saat dia terpaksa bersembunyi dari serangan di tempat perlindungan.
Meski kota Stepanakert tetap berada di tangan etnis Armenia setelah kesepakatan itu, Shusha, kota terbesar kedua di Nagorno-Karabakh, sekarang dikendalikan Azerbaijan.
"Tidak ada orang Armenia di Shusha sekarang," ujar Alexander Simonyan, 35, guru senam dari Shusha.
Ketika pertempuran dimulai, dia mengirim istri dan anak-anaknya ke Armenia. Dia pun bergabung dengan pasukan pertahanan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh.
Dia sekarang tinggal dengan seorang teman di Stepanakert dan tidak punya tempat untuk menampung keluarganya. Dia berharap pemerintah setempat menawarkan mereka semua tempat tinggal. “Ini tanah kami. Kemana lagi saya bisa pergi? Saya tidak bisa tinggal di tempat lain," tutur dia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Senin pihaknya telah membantu 475 orang untuk kembali pada Minggu dan total 725 orang telah kembali sejak 14 November.
Lihat Juga :