Trump Akan Nyapres di 2024 Jika Biden Resmi Menangi Pilpres
Sabtu, 14 November 2020 - 04:19 WIB
loading...
A
A
A
Konstitusi Amerika Serikat mengizinkan seorang presiden untuk menjalani dua masa jabatan, baik berturut-turut atau tidak. Grover Cleveland adalah satu-satunya presiden dalam sejarah AS yang telah menjalani dua masa jabatan tidak berturut-turut, melakukannya antara tahun 1885-1889 dan 1893-1897.
Saat ini berusia 74 tahun, Trump akan berusia 78 tahun, setahun lebih tua dari calon Demokrat Joe Biden sekarang, jika dia mencalonkan diri lagi pada tahun 2024.
Di depan umum, Trump terus bersikeras bahwa pemilu 2020 dicuri darinya, mengutip dugaan kecurangan termasuk pembuangan surat suara, masalah dengan mesin pemungutan suara, dan perbedaan hasil pada malam pemilihan serta hasil dari akhir pekan ini. (Baca juga: Bantah Trump soal Kecurangan, Pemilu 2020 Dinyatakan Paling Aman dalam Sejarah AS )
Media AS menyatakan Joe Biden menjadi pemenang pemilihan presiden (pilpres) 3 November lalu pada hari Sabtu. Beberapa pemimpin dunia memberi selamat kepada kandidat dari Partai Demokrat itu dan membahas prospek hubungan dengan Amerika Serikat pasca-Trump.
Secara resmi, negara bagian AS diharapkan menyelesaikan sertifikasi hasil pemilu pada awal Desember, dengan batas waktu 8 Desember yang ditetapkan untuk menyelesaikan setiap sengketa pemilu. Pemilih dari pertemuan Electoral College akan memberikan suara masing-masing untuk presiden pada 14 Desember.
Saat ini berusia 74 tahun, Trump akan berusia 78 tahun, setahun lebih tua dari calon Demokrat Joe Biden sekarang, jika dia mencalonkan diri lagi pada tahun 2024.
Di depan umum, Trump terus bersikeras bahwa pemilu 2020 dicuri darinya, mengutip dugaan kecurangan termasuk pembuangan surat suara, masalah dengan mesin pemungutan suara, dan perbedaan hasil pada malam pemilihan serta hasil dari akhir pekan ini. (Baca juga: Bantah Trump soal Kecurangan, Pemilu 2020 Dinyatakan Paling Aman dalam Sejarah AS )
Media AS menyatakan Joe Biden menjadi pemenang pemilihan presiden (pilpres) 3 November lalu pada hari Sabtu. Beberapa pemimpin dunia memberi selamat kepada kandidat dari Partai Demokrat itu dan membahas prospek hubungan dengan Amerika Serikat pasca-Trump.
Secara resmi, negara bagian AS diharapkan menyelesaikan sertifikasi hasil pemilu pada awal Desember, dengan batas waktu 8 Desember yang ditetapkan untuk menyelesaikan setiap sengketa pemilu. Pemilih dari pertemuan Electoral College akan memberikan suara masing-masing untuk presiden pada 14 Desember.
(ber)
Lihat Juga :