Bolton: Klaim Trump Soal Kecurangan Pemilu Rusak Nama Partai Republik
Kamis, 12 November 2020 - 20:14 WIB
loading...
Bolton sebut Trump, dengan mengklaim bahwa dia adalah korban kecurangan pemilu, menodai citra dirinya sendiri dengan mengorbankan kredibilitas dan efektivitas jangka panjang Partai Republik. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Donald Trump , dengan mengklaim bahwa dia adalah korban kecurangan pemilu, menodai citra dirinya sendiri dengan mengorbankan kredibilitas dan efektivitas jangka panjang Partai Republik. Hal itu diungkapkan mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) , John Bolton.
Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan Washington Post, Bolton mengatakan realitas politik di tubuh Partai Republik saat ini adalah disaat Trump berusaha untuk meningkatkan citra dirinya, dengan mengklaim sebagai korban, disaat bersamaan, dia merusak citra Partai Republik. ( Baca juga: Eks Penasihat Trump Sebut Menlu Pompeo Delusional )
"Inilah realitas politik yang dingin: Trump meningkatkan mereknya sendiri (dalam pikirannya) sambil merusak merek Republik. Partai membutuhkan percakapan internal yang panjang tentang era pasca-Trump, tetapi pertama-tama partai harus sampai di sana secara terhormat," tulis Bolton, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (12/11/2020).
Akibatnya, jelas Bolton, Partai Republik menghadapi dilema apakah akan terus "memanjakan" Trump dalam upaya untuk meredakan arus penolakan dan dengan demikian membujuk Trump untuk akhirnya mengakui kekalahan, dan keluar dari Gedung Putih dengan anggun. ( Baca juga: Trump-Biden Terlibat Perang Hukum Soal Kemenangan Pilpres )
"Semakin banyak pemimpin Republik bersujud, semakin Trump percaya bahwa dia masih memegang kendali dan semakin kecil kemungkinan dia akan melakukan apa yang dilakukan oleh presiden normal, yakni membuat pidato konsesi yang ramah, sepenuhnya bekerja sama dengan presiden terpilih dalam proses transisi yang mulus dan memvalidasi proses pemilihan itu sendiri dengan bergabung dengan penggantinya saat pelantikan pada 20 Januari," ungkapnya.
Saat ini, Partai Republik belum mengalami kerusakan permanen pada reputasinya, tetapi Bolton memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi para pemimpin partai untuk secara terbuka menantang presiden selama hari-hari terakhirnya menjabat.![Bolton: Klaim Trump Soal Kecurangan Pemilu Rusak Nama Partai Republik]()
Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan Washington Post, Bolton mengatakan realitas politik di tubuh Partai Republik saat ini adalah disaat Trump berusaha untuk meningkatkan citra dirinya, dengan mengklaim sebagai korban, disaat bersamaan, dia merusak citra Partai Republik. ( Baca juga: Eks Penasihat Trump Sebut Menlu Pompeo Delusional )
"Inilah realitas politik yang dingin: Trump meningkatkan mereknya sendiri (dalam pikirannya) sambil merusak merek Republik. Partai membutuhkan percakapan internal yang panjang tentang era pasca-Trump, tetapi pertama-tama partai harus sampai di sana secara terhormat," tulis Bolton, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (12/11/2020).
Akibatnya, jelas Bolton, Partai Republik menghadapi dilema apakah akan terus "memanjakan" Trump dalam upaya untuk meredakan arus penolakan dan dengan demikian membujuk Trump untuk akhirnya mengakui kekalahan, dan keluar dari Gedung Putih dengan anggun. ( Baca juga: Trump-Biden Terlibat Perang Hukum Soal Kemenangan Pilpres )
"Semakin banyak pemimpin Republik bersujud, semakin Trump percaya bahwa dia masih memegang kendali dan semakin kecil kemungkinan dia akan melakukan apa yang dilakukan oleh presiden normal, yakni membuat pidato konsesi yang ramah, sepenuhnya bekerja sama dengan presiden terpilih dalam proses transisi yang mulus dan memvalidasi proses pemilihan itu sendiri dengan bergabung dengan penggantinya saat pelantikan pada 20 Januari," ungkapnya.
Saat ini, Partai Republik belum mengalami kerusakan permanen pada reputasinya, tetapi Bolton memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi para pemimpin partai untuk secara terbuka menantang presiden selama hari-hari terakhirnya menjabat.

(esn)
Lihat Juga :