RI Terus Pantau Perkembangan Pembahasan RUU Coast Guard China

Selasa, 10 November 2020 - 15:43 WIB
loading...
RI Terus Pantau Perkembangan...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN mengatakan, Indonesia turut memantau RUU Penjaga Pantai yang tengah dibahas China. Foto/Tangkap layar
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN mengatakan, Indonesia turut memantau rancangan undang-undang (RUU) Penjaga Pantai yang tengah dibahas China. RUU itu dikhawatirkan membuat situasi di Laut China Selatan semakin memburuk.

Berdasarkan RUU tersebut, China akan mengizinkan penjaga pantainya untuk menggunakan senjata api ketika kapal asing yang terlibat dalam aktivitas ilegal di perairan yang diklaim dikuasai oleh Beijing gagal mematuhi perintah mereka, seperti menolak untuk berhenti atau putar balik.

Berbicara saat menggelar konferensi pers virtual pada Rabu (10/11/2020), Retno mengatakan dalam pertemuan itu dia menyampaikan kembali harapan bahwa Laut China Selatan akan terus menjadi laut yang damai dan stabil. Laut yang damai dan stabil, jelasnya, hanya akan terjadi jika semua negara menghormati hukum internasional termasuk UNCLOS 1982.

"Indonesia juga sampaikan, terus memantau pembahasan RUU mengenai penjaga pantai yang sedang dibahas di China. Tentu, Indonesia hormati hak setiap negara untuk membuat UU nasionalnya, namun Indonesia berharap UU tersebut tidak berdampak negatif bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China Selatan. Indonesia akan melakukan komunikasi dengan China mengenai hal ini," ungkapnya.

Selain soal Laut China Selatan, dalam pertemuan tersebut Retno juga membahas dua isu lain. Isu pertama adalah mengenai pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat (AS) dan soal sentralitas ASEAN. ( Baca juga: Pakar: Ketegangan AS-China Tidak akan Mereda Dalam Waktu Dekat )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved