Inggris: Ketidakpastian Global Bisa Picu Perang Dunia III
Minggu, 08 November 2020 - 19:29 WIB
loading...
Kepala Staf Pertahanan Inggris, Nick Carter memperingatkan akan kemungkinan perang dunia baru. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Kepala Staf Pertahanan Inggris, Nick Carter memperingatkan akan kemungkinan perang dunia baru. Dia menyebut, ketidakpastian dan kecemasan global saat ini di tengah krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 bisa menjadi penyebab Perang Dunia III.
Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan bertepatan dengan Remembrance Sunday, peringatan tahunan bagi mereka yang telah terbunuh dan terluka dalam konflik, Carter, mengatakan peningkatan ketegangan regional dan kesalahan penilaian pada akhirnya dapat menyebabkan konflik yang meluas.
"Saya pikir kita hidup pada saat di mana dunia adalah tempat yang sangat tidak pasti dan gelisah dan tentu saja, dinamika persaingan global juga merupakan ciri hidup kita," ucap Carter dalam wawancara tersebut. ( Baca juga: Pertama Kalinya, Ratu Elizabeth Pakai Masker di Depan Umum )
"Saya pikir risiko nyata yang kita miliki dengan cukup banyak banyak konflik regional yang sedang terjadi saat ini, apakah Anda bisa melihat eskalasi menyebabkan kesalahan perhitungan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/11/2020).
Ditanya apakah itu berarti ada ancaman nyata kembali pecahnya perang dunia, dia mengatakan itu adaah salah satu risiko terburuknya."Saya mengatakan itu adalah risiko dan kita perlu menyadari risiko itu," ungkapnya.
Carter, yang menjadi panglima militer Inggris pada 2018, mengatakan penting untuk mengingat mereka yang tewas dalam perang sebelumnya sebagai peringatan bagi mereka yang mungkin mengulangi kesalahan masa lalu.
"Jika Anda melupakan kengerian perang, maka risiko besar yang menurut saya adalah orang mungkin berpikir bahwa pergi berperang adalah hal yang wajar untuk dilakukan," katanya. ( Baca juga: NU Inggris Selenggarakan Coding Class dan Robotika )
"Kita harus ingat bahwa sejarah mungkin tidak terulang tetapi memiliki ritme, dan jika Anda melihat kembali abad terakhir, sebelum kedua perang dunia, saya pikir tidak dapat disangkal bahwa ada eskalasi yang menyebabkan kesalahan perhitungan yang pada akhirnya menyebabkan perang dalam skala yang semoga tidak akan pernah kami lihat lagi," tukasnya.
Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan bertepatan dengan Remembrance Sunday, peringatan tahunan bagi mereka yang telah terbunuh dan terluka dalam konflik, Carter, mengatakan peningkatan ketegangan regional dan kesalahan penilaian pada akhirnya dapat menyebabkan konflik yang meluas.
"Saya pikir kita hidup pada saat di mana dunia adalah tempat yang sangat tidak pasti dan gelisah dan tentu saja, dinamika persaingan global juga merupakan ciri hidup kita," ucap Carter dalam wawancara tersebut. ( Baca juga: Pertama Kalinya, Ratu Elizabeth Pakai Masker di Depan Umum )
"Saya pikir risiko nyata yang kita miliki dengan cukup banyak banyak konflik regional yang sedang terjadi saat ini, apakah Anda bisa melihat eskalasi menyebabkan kesalahan perhitungan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/11/2020).
Ditanya apakah itu berarti ada ancaman nyata kembali pecahnya perang dunia, dia mengatakan itu adaah salah satu risiko terburuknya."Saya mengatakan itu adalah risiko dan kita perlu menyadari risiko itu," ungkapnya.
Carter, yang menjadi panglima militer Inggris pada 2018, mengatakan penting untuk mengingat mereka yang tewas dalam perang sebelumnya sebagai peringatan bagi mereka yang mungkin mengulangi kesalahan masa lalu.
"Jika Anda melupakan kengerian perang, maka risiko besar yang menurut saya adalah orang mungkin berpikir bahwa pergi berperang adalah hal yang wajar untuk dilakukan," katanya. ( Baca juga: NU Inggris Selenggarakan Coding Class dan Robotika )
"Kita harus ingat bahwa sejarah mungkin tidak terulang tetapi memiliki ritme, dan jika Anda melihat kembali abad terakhir, sebelum kedua perang dunia, saya pikir tidak dapat disangkal bahwa ada eskalasi yang menyebabkan kesalahan perhitungan yang pada akhirnya menyebabkan perang dalam skala yang semoga tidak akan pernah kami lihat lagi," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :