WHO: Virus Corona Adalah Pandemi Pertama yang Dapat Kita Kontrol
Sabtu, 09 Mei 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Kerkhove mengatakan meskipun tidak mudah, pelacakan kontak dapat membantu mengurangi jumlah reproduksi - jumlah orang lain yang akan terinfeksi satu orang - menjadi kurang dari satu, yang berarti virus akan "mati."
"Anda benar-benar memutus rantai penularan dan virus tidak punya tempat lain," kata Kerkhove.
"Virus ini membutuhkan seseorang untuk dapat ditularkan ke orang lain," jelasnya.
Setelah virus menyebar ke luar China, tempat asalnya, Korea Selatan (Korsel) menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi kedua. Tapi sejak itu Korsel melakukan pelacakan kontak. Korsel pun kemudian melaporkan sekitar 10.000 kasus, jumlah yang relatif rendah. Alhasil para pejabat WHO memuji pengujian dan identifikasi kasus potensial negara tersebut.
Singapura pernah dipuji sebagai contoh yang cemerlang dalam menanggapi wabah dan sekarang mereka telah melihat lonjakan kasus. Kerkhove mengatakan ini adalah contoh dari apa yang bisa terjadi dalam pengaturan yang dekat. Kasus melonjak di antara pekerja migran yang tinggal di asrama dan pada hari Selasa merupakan 88 persen dari kasus di negara itu.
"Anda benar-benar memutus rantai penularan dan virus tidak punya tempat lain," kata Kerkhove.
"Virus ini membutuhkan seseorang untuk dapat ditularkan ke orang lain," jelasnya.
Setelah virus menyebar ke luar China, tempat asalnya, Korea Selatan (Korsel) menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi kedua. Tapi sejak itu Korsel melakukan pelacakan kontak. Korsel pun kemudian melaporkan sekitar 10.000 kasus, jumlah yang relatif rendah. Alhasil para pejabat WHO memuji pengujian dan identifikasi kasus potensial negara tersebut.
Singapura pernah dipuji sebagai contoh yang cemerlang dalam menanggapi wabah dan sekarang mereka telah melihat lonjakan kasus. Kerkhove mengatakan ini adalah contoh dari apa yang bisa terjadi dalam pengaturan yang dekat. Kasus melonjak di antara pekerja migran yang tinggal di asrama dan pada hari Selasa merupakan 88 persen dari kasus di negara itu.
Lihat Juga :