Biden Manfaatkan Aliansi untuk Hadapi China

Minggu, 08 November 2020 - 11:51 WIB
loading...
Biden Manfaatkan Aliansi...
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan bekerja sama lebih erat dengan aliansinya untuk menghadapi China. Foto/The Jerusalem Post
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan bekerja sama lebih erat dengan aliansinya untuk menghadapi China dalam isu perdagangan dan geopolitik. Biden sepertinya tidak akan menghadapi China dengan penerapan tarif dagang pada baja, dan alumunium.

“Saya mengatakan bahwa jika kamu melihat lebih dekat, kamu mungkin tidak mampu menceritakan perbedaan antara agenda dagang Biden dan Trump,” kata Nasim Fussell, mantan politikus Republik di Komite Keuangan Senat AS, dilansir Reuters. “Biden tidak akan mencabut kenaikan tarif dagang itu,” ujarnya.

Biden yang mendapatkan dukungan luas dari serikat pekerja akan tetap mempertahankan perlindungian bagi industri yang rentan seperti baja dan alumunium. Fokus ekonomi Biden adalah menghidupkan ekonomi yang dihantam pandemi virus korona. Dia juga akan memberikan stimulus dan pembangunan infrastruktur.(Baca juga: Pilpres AS Kacau Tanpa Pemenang Pasti, Publik China Tertawa )

Para penasehat Biden mengatakan Biden akan mengakhiri perang dagang buatan dengan Eropa. Dia juga akan berkonsultasi dengan aliansinya mengenai tarif dagang AS kepada produk China. Itu sebagai upaya untuk menurunkan ketegangan dengan Beijing.

Sama seperti Trump atau pun pemerintahan Barack Obama, Biden juga akan menuntut konsensi dari China. China diminta menghentikan subsidi kepada perusahaan milik negara, mengakhiri kebijakan perusahaan AS untuk transfer teknologi bagi mitranya di China, dan membuka pasar layanan digital bagi perusahaan AS. “Siapapun presidennya akan memiliki agenda tersebut, meskipun akan sulit diwujudkan,” kata Jamieson Greer, mantan kepala staf kantor perwakilan dagang AS di China.



Namun demikian, Wendy Cutler, wakil presiden Asia Society Policy Institute, pemerintahan Biden relatif mudah diprediksi dalam perdagangan. “Para penasehat politik Biden akan mengimplementasikan apa yang mereka pelajari dari tweet Trump sebelumnya,” ujarnya. Biden juga tidak akan menghidupkan kembali Kemitraan Trans-Pasifik yang dulu dinegosiasikan pemerintahan Obama dan diabaikan Trump pada 2017.

Hal yang harus menjadi perhatian utama Biden adalah kebijakan masa depan China yang ingin menjadi penguasa dunia. Untuk itu, Biden juga harus tetap menjamin investasi domestik agar teknologi dan daya saing AS tidak kalah dengan China yang terus mengembangkan komputasi kuantum, kecerdasan buatan dan 5G.

Michele Flournoy, kandidat kuat menteri pertahanan pada pemerintahan Biden, memperingatkan gangguan ekonomi disebabkan pandemi bisa berdampak pada penurunan anggaran pertahanan AS. Padahal, AS harus mampu mengatasi ancaman asing. (Baca juga: Rusia Pilih Trump, China Dukung Biden )

“Jika militer AS mampu menenggelamkan semua kapal militer China, kapal selama dan kapal dagang di Laut China Selatan dalam 72 jam, maka pemimpin China akan berpikir dua kali sebelum meluncurkan blokade atau invasi ke Taiwan,” katanya dilansir Foreign Affairs.

Kemudian, Kurt Campbell, mantan diplomat AS pada pemerintahan Obama, mengatakan Washington menghadapi kompetisi strategi dengan China. Itu juga sangat vital bagi AS untuk menggunakan pendekatan yang lebih solid. “Kita harus mendekati negara lain yang saat ini tidak kita miliki,” kata Campbell. “Apalagi bipatisan antar China dan Asia sangat penting. Tanpa keduanya, kita akan gagal,” jelasnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hunter Biden Tantang...
Hunter Biden Tantang Putra-putra Trump untuk Pertandingan Tinju
Siapa Curtis Sliwa?...
Siapa Curtis Sliwa? Politikus Partai Republik yang Dijuluki Guardian Angels dan Jadi Lawan Zohran Mamdani
Viral, Presiden AS Donald...
Viral, Presiden AS Donald Trump Tersandung saat Menaiki Pesawat Air Force One
Trump Sebar Teori Konspirasi...
Trump Sebar Teori Konspirasi 'Biden Telah Dieksekusi, Digantikan Klon Robot'
3 Fakta Joe Biden Terkena...
3 Fakta Joe Biden Terkena Kanker, Seberapa Parah Penyakitnya?
Biden Idap Kanker Justru...
Biden Idap Kanker Justru Tuai Sumpah Serapah Pendukung Palestina: 'Dia Persenjatai Genosida, Dia Monster'
Kanker Prostat Menyebar...
Kanker Prostat Menyebar ke Tulang, Joe Biden Jalani Terapi Radiasi Intensif
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
Mengapa Trump Murka...
Mengapa Trump Murka kepada Netanyahu hingga Keluar Kata-Kata Kasar?
Rekomendasi
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved