Lima Peristiwa yang Terjadi Saat Dunia Menyaksikan Pemilu AS

Sabtu, 07 November 2020 - 15:10 WIB
loading...
A A A
Pada hari Rabu, pemerintah federal mengumumkan keadaan darurat selama enam bulan di Tigray, yang memberi mereka kekuatan keamanan yang luas. Menurut wartawan lokal internet dan komunikasi telah dimatikan di wilayah itu.

Pada Kamis, militer Ethiopia mengatakan bahwa pihaknya sedang "berperang" dengan partai yang berkuasa di wilayah Tigray.

Pusaran ketegangan saat ini di Tigray dimulai pada Agustus ketika pemerintah Abiy menunda pemilu yang dijadwalkan karena mereka mengatakan risiko Covid-19 terlalu tinggi.

Para pejabat di Tigray menangis dan mengadakan pemilu mereka sendiri pada bulan September, dengan lebih dari 2 juta orang muncul untuk memberikan suara.

TPLF adalah kekuatan politik dominan di koalisi multi-etnis Ethiopia selama beberapa dekade. Mereka kemudian mundur setelah Abiy, anggota kelompok etnis Oromo, menjabat dua tahun lalu dan mengatur ulang koalisi menjadi satu partai.

Pengamat dan diplomat asing semakin khawatir bahwa situasi dapat meningkat secara signifikan di Tigray dan sekitarnya. Sudan telah menutup perbatasannya dengan Ethiopia, dengan alasan "ketegangan keamanan."(Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Ethiopia )

3. AS akan menjual 18 drone MQ-9B Reaper ke UEA

Lima Peristiwa yang Terjadi Saat Dunia Menyaksikan Pemilu AS


Departemen Luar Negeri (Deplu) AS memberi tahu Kongres tentang niat pemerintahan Trump untuk menjual 18 drone MQ-9B bersenjata ke Uni Emirat Arab dengan harga sekitar USD2,9 miliar.(Baca juga: AS Akan Jual 18 Drone MQ-9B Reaper ke UEA )

Deplu AS juga memberi tahu Kongres bahwa pemerintahan Trump bermaksud untuk menjual persenjataan sekitar USD10 miliar, termasuk amunisi berpemandu presisi, yang disebut bom "bodoh", rudal udara-ke-udara, dan rudal udara-ke-darat.

Ini terjadi seminggu setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan pemberitahuan tidak resmi kepada Kongres tentang rencana penjualan 50 jet F-35 ke negara Teluk yang kaya minyak itu. Penjualan itu diperkirakan mencapai sekitar USD10 miliar, menurut dua pembantu Kongres Partai Demokrat.(Baca juga: Deplu AS Setuju Jual 50 Jet Tempur F-35A ke UEA )

Penjualan jet tempur canggih ke UEA dilaporkan berada di jalur cepat oleh pemerintahan Trump karena bekerja untuk membangun hubungan diplomatik antara UEA dan Israel. Penjualan itu bisa diresmikan dalam beberapa bulan ke depan.

Investigasi CNN pada Februari lalu mengungkapkan bahwa UEA dan Arab Saudi - sekutu utama dalam kampanye untuk menghancurkan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman - memasok peralatan buatan AS ke pejuang terkait al-Qaeda, milisi garis keras dan faksi pertempuran lainnya di Yaman. Temuan tersebut menandai pelanggaran perjanjian dengan Washington, yang menetapkan bahwa UEA dan Arab Saudi secara hukum diminta untuk meminta izin Washington untuk mentransfer peralatan ke pihak lain.

Pemerintahan Trump membebaskan UEA dari kesalahan pada Mei tahun ini.

4. Presiden Tanzania dilantik di tengah sengket Pemilu

Lima Peristiwa yang Terjadi Saat Dunia Menyaksikan Pemilu AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved