Prancis Ancam Terapkan Sanksi pada Turki, Kecam Erdogan

Jum'at, 06 November 2020 - 02:02 WIB
loading...
Prancis Ancam Terapkan...
Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Prancis mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas tuduhan "deklarasi kekerasan" dan mengancam menerapkan sanksi pada Turki.

Ancaman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

"Sekarang ada deklarasi kekerasan, bahkan kebencian, yang secara teratur diposting Presiden Erdogan yang tidak dapat diterima," ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian saat wawancara dengan stasiun radio Prancis Europe 1.



Menyusul kampanye yang diluncurkan bulan lalu oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk melawan "separatisme Islam", pemerintah mulai menutup beberapa organisasi, bisnis, dan bahkan kafe yang dikelola Muslim di dalam negeri. (Baca Juga: Prancis: Perang Melawan Ideologi Islam Berarti Lebih Banyak Serangan)

Salah satu organisasi yang dibubarkan adalah LSM Muslim terbesar di Prancis, BarakaCity yang dibubarkan sepekan lalu. Pendiri BarakaCity pun kini mencari suaka di Turki. (Lihat Infografis: Biden: Pemenang Ditentukan Setelah Perhitungan Suara Selesai)

Macron juga menolak mengutuk kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW. Macron menyatakan Prancis tidak akan menyerah membuat karikatur berdasarkan kebebasan berekspresi. (Lihat Video: Pendukung Trump Minta Penghitungan Suara Distop)

Sebagai tanggapan, Erdogan mengatakan bahwa Macron menderita masalah kesehatan mental. Pernyataan Erdogan itu menyebabkan Prancis menarik duta besarnya dari Turki.

"Bukan hanya Prancis yang menjadi sasaran, ada solidaritas total Eropa tentang masalah ini. Kami ingin Turki melepaskan logika ini," ujar Menlu Prancis itu.

Kecaman Turki yang berkelanjutan terhadap Macron dan tindakan pemerintah Prancis, menurut dia, dapat mengakibatkan sanksi. “Ada cara tekanan, ada agenda kemungkinan sanksi,” papar dia.

Sebagai hasil dari tindakan keras Prancis terhadap komunitas Muslim dan penerimaan Macron terhadap kartun yang menghina Nabi Muhammad, boikot produk, merek, dan bisnis Prancis di berbagai negara mayoritas Muslim telah diberlakukan oleh entitas non-pemerintah.

Boikot juga telah diberlakukan di negara-negara seperti Kuwait dan Qatar. Erdogan juga vokal dalam mendukung boikot, secara resmi menyerukan agar boikot itu diterapkan di Turki.

Macron bersikeras bahwa pemerintahannya tidak menargetkan Islam itu sendiri, tetapi elemen radikal dan politiknya yang dapat mengancam nilai-nilai sekuler Prancis.

Dalam sebuah surat kepada editor surat kabar Inggris Financial Times kemarin, Macron bersikeras bahwa dia menentang "separatisme Islam, tidak pernah Islam."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Momen Horor Mahasiswi...
Momen Horor Mahasiswi Tewas Main Rope Jump, Tali Belum Terpasang Terjun 40 Meter
Rekomendasi
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Infografis
Presiden Turki Erdogan...
Presiden Turki Erdogan Desak Umat Islam Bersatu Melawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved