Pengobatan Covid-19, WHO Dorong Penggunaan Obat Herbal
Sabtu, 09 Mei 2020 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, praktik pengobatan herbal itu sebenarnya juga telah dilaksanakan selama berabad-abad. Seperti dilansir China Daily, sebanyak 91,6% pasien di Provinsi Hubei, episentrum Covid-19, berhasil sembuh dirawat dengan obat tradisional. Secara nasional, 92,4% pasien corona di China juga berhasil sembuh dengan obat herbal tersebut. “Tiga formula herbal dan tiga pengobatan konvensional bisa membuktikan melawan virus corona,” demikian keterangan Badan Pengobatan Tradisional China.
Jinhua qinggang granule dikembangkan saat pandemi influenza H1N1 pada 2009. Obat itu tersedia dalam 12 komponen herbal yang fokus utamanya menyembuhkan infeksi paru-paru. Obat herbal lain yang digunakan adalah lianhua qingwen yang lazim digunakan untuk pengobatan flu dan demam. Komposisinya terdiri atas 13 komponen herbal yang juga bisa membantu pasien virus korona bisa sembuh dan berstatus negatif.
Di India, pusat pengobatan Ayurveda yang didasarkan pada pengobatan herbal, diet dan makanan, ternyata mendukung untuk penguatan imunitas. Perdana Menteri (PM) India Narenda Modi mengatakan, di antara strategi penanganan pandemi korona adalah meminta warga mengonsumsi obat tradisional. “Masyarakat harus mengikuti petunjuk konsumsi obat herbal kadha yang bisa meningkatkan imunitas,” katanya.
Filipina pun tidak ketinggalan. Departemen Sains dan Teknologi Filipina juga mencari pembuktian keefektivan obat herbal untuk melawan Covid-19. Juru bicara Presiden Filipina, Harry Roque, mengatakan lagundi, minyak kelapa, dan tawa-tawa sedang diuji coba untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona. Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahkan akan menyediakan hadiah senilai 50 juta peso bagi siapa saja yang bisa menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit corona.
Sebelumnya Profesor Fabian Dayri, Mary Newport dari Spring Hill Neonatolody di Florida, Amerika Serikat, juga telah mengusulkan studi klinis yang sama tentang pemanfaatan minyak kelapa untuk pengobatan pasien penyakit menular. Minyak kelapa yang mengandung asam laurat baik untuk kesehatan manusia. Saat dikonsumsi, asam tersebut akan memaksa tubuh memproduksi senyawa monolaurin yang mampu memicu aktivitas penolakan virus. Sifat antivirus dalam asam laurat bekerja dalam tiga mekanisme.
Temulawak-Kulit Jeruk
Di Indonesia masyarakat melakukan berbagai cara agar terhindar dari penularan Covid-19. Di antara yang dilakukan adalah mengonsumsi empon-empon. Dari penelitian yang sudah dilakukan, di antara tanaman herbal yang berkhasiat dalam membangun daya tahan tubuh adalah temulawak (curcuma xanthorrhiza roxb). Tanaman yang mengandung curcumin ini sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan penyakit hingga pada masa pemulihan. Obat asli Indonesia ini disinyalir mampu mengendalikan produksi sitokin akibat dari satu sel yang terinfeksi oleh virus, baik influenza ataupun corona.
Jinhua qinggang granule dikembangkan saat pandemi influenza H1N1 pada 2009. Obat itu tersedia dalam 12 komponen herbal yang fokus utamanya menyembuhkan infeksi paru-paru. Obat herbal lain yang digunakan adalah lianhua qingwen yang lazim digunakan untuk pengobatan flu dan demam. Komposisinya terdiri atas 13 komponen herbal yang juga bisa membantu pasien virus korona bisa sembuh dan berstatus negatif.
Di India, pusat pengobatan Ayurveda yang didasarkan pada pengobatan herbal, diet dan makanan, ternyata mendukung untuk penguatan imunitas. Perdana Menteri (PM) India Narenda Modi mengatakan, di antara strategi penanganan pandemi korona adalah meminta warga mengonsumsi obat tradisional. “Masyarakat harus mengikuti petunjuk konsumsi obat herbal kadha yang bisa meningkatkan imunitas,” katanya.
Filipina pun tidak ketinggalan. Departemen Sains dan Teknologi Filipina juga mencari pembuktian keefektivan obat herbal untuk melawan Covid-19. Juru bicara Presiden Filipina, Harry Roque, mengatakan lagundi, minyak kelapa, dan tawa-tawa sedang diuji coba untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona. Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahkan akan menyediakan hadiah senilai 50 juta peso bagi siapa saja yang bisa menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit corona.
Sebelumnya Profesor Fabian Dayri, Mary Newport dari Spring Hill Neonatolody di Florida, Amerika Serikat, juga telah mengusulkan studi klinis yang sama tentang pemanfaatan minyak kelapa untuk pengobatan pasien penyakit menular. Minyak kelapa yang mengandung asam laurat baik untuk kesehatan manusia. Saat dikonsumsi, asam tersebut akan memaksa tubuh memproduksi senyawa monolaurin yang mampu memicu aktivitas penolakan virus. Sifat antivirus dalam asam laurat bekerja dalam tiga mekanisme.
Temulawak-Kulit Jeruk
Di Indonesia masyarakat melakukan berbagai cara agar terhindar dari penularan Covid-19. Di antara yang dilakukan adalah mengonsumsi empon-empon. Dari penelitian yang sudah dilakukan, di antara tanaman herbal yang berkhasiat dalam membangun daya tahan tubuh adalah temulawak (curcuma xanthorrhiza roxb). Tanaman yang mengandung curcumin ini sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan penyakit hingga pada masa pemulihan. Obat asli Indonesia ini disinyalir mampu mengendalikan produksi sitokin akibat dari satu sel yang terinfeksi oleh virus, baik influenza ataupun corona.
Lihat Juga :