Ini Kesalahan Fatal AS Sehingga Jadi Negara Terparah COVID-19

Sabtu, 09 Mei 2020 - 05:33 WIB
loading...
A A A
Seandainya lebih banyak yurisdiksi yang dipilih untuk memberlakukan perintah tersebut, studi itu memperkirakan lebih dari 2.600 kematian terkait COVID-19 di California saat ini bisa saja diturunkan menjadi kurang dari 1.000. Ini kemudian akan memiliki efek knock-on untuk tingkat kematian di seluruh negara bagian Amerika.(Baca: Salahkan China, Trump: Serangan COVID-19 Lebih Buruk dari Pearl Harbour )

Penelitian juga menyatakan pencabutan awal dari SAHO akan menyebabkan dampak yang cukup besar pada kasus baru COVID-19 secara harian dan kematian hingga lebih dari 3.000 jiwa.

Penelitian ini mirip dengan sentimen sebelumnya yang dibuat oleh direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci. Dokter dan ahli imunologi terkemuka itu mengatakan kepada CNN pada pertengahan April bahwa pencegahan yang disetujui pemerintah akan “menyelamatkan nyawa”.

"Anda dapat secara logis mengatakan jika Anda memiliki proses yang sedang berlangsung dan Anda memulai mitigasi sebelumnya, Anda bisa menyelamatkan nyawa," katanya. "Tidak ada yang akan menyangkal itu."

CNN, dalam laporannya, menyatakan para pejabat kesehatan ingin memperkenalkan langkah-langkah jarak sosial (social distancing) yang lebih ketat dari minggu ketiga Februari, namun saran itu tidak diindahkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Perang Semakin Sengit,...
Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran
Rekomendasi
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved