Kanada Siap Evakuasi Warganya Jika Pemilu AS Berujung Rusuh
Rabu, 04 November 2020 - 17:23 WIB
loading...
Wakil Perdana Menteri Kanada, Chrystia Freeland menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah opsi, termasuk evakuasi, jika pemilihan umum (pemilu) AS berujung ricuh. Foto/REUTERS
A
A
A
OTTAWA - Wakil Perdana Menteri Kanada , Chrystia Freeland mengatakan bahwa pemerintahnya bekerja sama dengan para diplomatnya di Washington untuk memastikan keselamatan warga Kanada yang tinggal di Amerika Serikat (AS) . Dia menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah opsi, termasuk evakuasi, jika pemilihan umum (pemilu) AS berujung ricuh.
Freeland mengatakan, dia telah berdiskusi dengan Duta Besar Kanada di Washington DC, Kirsten Hillman, mengenai bagaimana melindungi warga Kanada di AS jika terjadi kerusuhan setelah pemilihan.
"Saya benar-benar ingin meyakinkan warga Kanada bahwa pemerintah kami benar-benar siap dan kami telah mempersiapkan dengan matang untuk semua kemungkinan. Kami punya rencana apa pun yang terjadi," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (4/11/2020).
Dia lalu menuturkan, setiap anggota pemerintah Kanada perlu menjadi spesialis dalam menangani peristiwa yang terjadi di AS. Dia mencatat bahwa Ottawa akan benar-benar menghormati pilihan yang dibuat oleh masyarakat AS dan siap untuk bekerja secara efektif dengan siapa pun pilihan mereka.
"Ini adalah kenyataan bagi Kanada bahwa setiap pemerintah Kanada perlu menjadi spesialis dalam bekerja dengan AS dan itu pasti diterapkan pada pemerintah kami,” ucap Freeland. ( Baca juga: Coblosan Pilpres AS, Walikota Albuquerque Kenakan Jaket Band Heavy Metal )
"Adalah hal yang mutlak bagi pemerintah untuk bertanggung jawab, untuk selalu ada bagi warga Kanada yang ada di luar negeri dan kami akan selalu ada untuk mereka," sambungnya.
Sementara itu, saat malam mulai tiba pada Hari Pemilihan, tempat pemungutan suara (TPS) telah ditutup serta penghitungan suara dimulai, protes menentang Presiden Donald Trump mulai meluas di jalanan Washington DC.
Suasana Washington pun semakin mencekam dengan klaim kemenangan pemilu oleh Trump. Ratusan orang berbaris melewati beberapa kompleks gedung Capitol, terkadang memblokir lalu lintas dan menyalakan kembang api. Beberapa orang meneriakkan, "Jika kita tidak mendapatkan keadilan, mereka tidak akan mendapatkan kedamaian!"
Demonstrasi sebagian besar berlangsung damai, tetapi ada laporan tentang bentrok kecil dan konfrontasi di luar Gedung Putih. Tiga orang ditangkap setelah bentrok, ungkap laporan NBC Washington. ( Baca juga: Kelompok Kanan Sebar Hoax Pilpres AS di Twitter dan Facebook )
Freeland mengatakan, dia telah berdiskusi dengan Duta Besar Kanada di Washington DC, Kirsten Hillman, mengenai bagaimana melindungi warga Kanada di AS jika terjadi kerusuhan setelah pemilihan.
"Saya benar-benar ingin meyakinkan warga Kanada bahwa pemerintah kami benar-benar siap dan kami telah mempersiapkan dengan matang untuk semua kemungkinan. Kami punya rencana apa pun yang terjadi," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (4/11/2020).
Dia lalu menuturkan, setiap anggota pemerintah Kanada perlu menjadi spesialis dalam menangani peristiwa yang terjadi di AS. Dia mencatat bahwa Ottawa akan benar-benar menghormati pilihan yang dibuat oleh masyarakat AS dan siap untuk bekerja secara efektif dengan siapa pun pilihan mereka.
"Ini adalah kenyataan bagi Kanada bahwa setiap pemerintah Kanada perlu menjadi spesialis dalam bekerja dengan AS dan itu pasti diterapkan pada pemerintah kami,” ucap Freeland. ( Baca juga: Coblosan Pilpres AS, Walikota Albuquerque Kenakan Jaket Band Heavy Metal )
"Adalah hal yang mutlak bagi pemerintah untuk bertanggung jawab, untuk selalu ada bagi warga Kanada yang ada di luar negeri dan kami akan selalu ada untuk mereka," sambungnya.
Sementara itu, saat malam mulai tiba pada Hari Pemilihan, tempat pemungutan suara (TPS) telah ditutup serta penghitungan suara dimulai, protes menentang Presiden Donald Trump mulai meluas di jalanan Washington DC.
Suasana Washington pun semakin mencekam dengan klaim kemenangan pemilu oleh Trump. Ratusan orang berbaris melewati beberapa kompleks gedung Capitol, terkadang memblokir lalu lintas dan menyalakan kembang api. Beberapa orang meneriakkan, "Jika kita tidak mendapatkan keadilan, mereka tidak akan mendapatkan kedamaian!"
Demonstrasi sebagian besar berlangsung damai, tetapi ada laporan tentang bentrok kecil dan konfrontasi di luar Gedung Putih. Tiga orang ditangkap setelah bentrok, ungkap laporan NBC Washington. ( Baca juga: Kelompok Kanan Sebar Hoax Pilpres AS di Twitter dan Facebook )
(esn)
Lihat Juga :