Twitter Hapus Tweet Mahathir 'Muslim Berhak Bunuh Jutaan Orang Prancis'
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 09:14 WIB
loading...
Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad. Twitter hapus rentetan tweet-nya soal dalih pembenaran kaum Muslim berhak membunuh jutaan orang Prancis. Foto/REUTERS
A
A
A
KUALA LUMPUR - Pihak Twitter menghapus tweet-tweet mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada hari Kamis karena dianggap mengagungkan kekerasan. Salah satu tweet-nya adalah dalih pembenaran kaum Muslim untuk membunuh jutaan orang Prancis .
Rentetan tweet politisi senior Malaysia itu muncul tak lama setelah seorang pria Tunisia yang bersenjatakan pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di kota Nice, Prancis. Salah satu korbannya, yakni seorang wanita, dipenggal. (Baca: Mahathir: Umat Muslim Punya Hak Menghukum Prancis )
Dalam sebuah tweet, yang merupakan salah satu thread panjang tentang Muslim yang tinggal di Prancis, Mahathir menulis; "Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu."
Serangan di gereja Notre-Dame Basilica kemarin dinyatakan sebagai serangan teroris. Pelaku yang telah ditembak dan ditangkap terus meneriakkan takbir, bahkan setelah penangkapannya.
Tak lama kemudian, Mahathir melontarkan rentetan tweet emosional di Twitter. (Baca: Khamenei: Macron Bodoh, Menghina Nabi Muhammad Harusnya Jadi Kejahatan di Prancis )
Merujuk pada pemenggalan kepala seorang guru sejarah Prancis yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya, Mahathir mengatakan dia tidak menyetujui serangan itu tetapi kebebasan berekspresi tidak termasuk "menghina orang lain".
"Terlepas dari agama yang dianut, orang yang marah membunuh," kata Mahathir.
Rentetan tweet politisi senior Malaysia itu muncul tak lama setelah seorang pria Tunisia yang bersenjatakan pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di kota Nice, Prancis. Salah satu korbannya, yakni seorang wanita, dipenggal. (Baca: Mahathir: Umat Muslim Punya Hak Menghukum Prancis )
Dalam sebuah tweet, yang merupakan salah satu thread panjang tentang Muslim yang tinggal di Prancis, Mahathir menulis; "Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu."
Serangan di gereja Notre-Dame Basilica kemarin dinyatakan sebagai serangan teroris. Pelaku yang telah ditembak dan ditangkap terus meneriakkan takbir, bahkan setelah penangkapannya.
Tak lama kemudian, Mahathir melontarkan rentetan tweet emosional di Twitter. (Baca: Khamenei: Macron Bodoh, Menghina Nabi Muhammad Harusnya Jadi Kejahatan di Prancis )
Merujuk pada pemenggalan kepala seorang guru sejarah Prancis yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya, Mahathir mengatakan dia tidak menyetujui serangan itu tetapi kebebasan berekspresi tidak termasuk "menghina orang lain".
"Terlepas dari agama yang dianut, orang yang marah membunuh," kata Mahathir.
Lihat Juga :