Pesawat Tak Dikenal Dekati Kampanye Trump, F-16 AS Luncurkan Suar

loading...
Pesawat Tak Dikenal Dekati Kampanye Trump, F-16 AS Luncurkan Suar
Acara kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Bullhead City, Ariozona, 28 Oktober 2020. Foto/REUTERS/ Jonathan Ernst
A+ A-
WASHINGTON - Sebuah pesawat sipil tak dikenal tiba-tiba muncul mendekati acara kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Arizona, Rabu waktu setempat. Tak mau ambil risiko, Angkatan Udara Amerika mengirim jet tempur F-16 yang meluncurkan suar dalam upaya pencegatan atau intersepsi.

Misi jet tempur itu untuk mencegah pesawat tak dikenal melanggar zona larangan terbang sementara. (Baca: Setelah Nabi Muhammad, Charlie Hebdo Pajang Kartun Erdogan Cabul)

Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mengakui insiden itu dalam dua tweet pada Rabu (28/10/2020) sore, tidak lama setelah kejadian itu tertangkap dalam video selama acara kampanye Trump.

“Sekitar pukul 14.00 pesawat F-16 NORAD menyelidiki penerbangan sipil yang tidak berkomunikasi dengan (kontrol lalu lintas udara) dan memasuki area Pembatasan Penerbangan Sementara di sekitar Bullhead City, Ariozona tanpa izin yang tepat," kata NORAD. (Baca: Khamenei: Macron Bodoh, Menghina Nabi Muhammad Harusnya Jadi Kejahatan di Prancis)



"Pesawat yang melanggar tidak responsif terhadap prosedur intersepsi awal, tetapi menjalin komunikasi radio setelah pesawat NORAD meluncurkan suar. Pesawat dikawal keluar dari area terlarang oleh pesawat NORAD tanpa insiden lebih lanjut," lanjut NORAD, seperti dikutip Russia Today, Kamis (29/10/2020).

Sementara pertemuan singkat itu membuat militer waspada, Presiden Donald Trump percaya insiden itu disengaja. Namun, dia tidak menunjukkan kekhawatiran bahwa dia mungkin dalam bahaya sambil menduga bahwa pesawat itu mencoba untuk pamer kepada presiden.

"Lihat itu! Lihat, lihat, lihat! Mereka memberi presiden sedikit pajangan. Bagaimana tentang itu. Saya ingin tahu apakah berita palsu itu menangkapnya...mereka tidak pernah ingin menunjukkan sesuatu yang baik," kata Trump kepada kerumunan, yang disambu teriakan; "USA! USA!". (Baca juga: Sadisnya Pasukan Khusus Australia di Afghanistan: Tembak Kepala, Gorok Leher Warga)



Pembatasan Penerbangan Sementara diberlakukan oleh Federal Aviation Administration (FAA), NORAD dan Angkatan Udara. Aturan itu mewajibkan semua pesawat untuk menjauh dari wilayah udara yang ditentukan dan tetap berhubungan dengan pengawas lalu lintas udara. Kadang-kadang pilot sipil melanggar zona tertutup tanpa menyadari adanya pembatasan, namun, yang mendorong militer untuk melesatkan jet tempur untuk mengawal pesawat keluar dari area terlarang.

Trump merupakan calon presiden (capres) petahana dari Partai Republik dalam pemilihan presiden AS 3 November mendatang. Sedangkan rivalnya adalah Joe Biden, capres Partai Demokrat.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top