Jelang Pemilu, Trump Cabut Pembatasan AS pada Pemukiman Israel

Kamis, 29 Oktober 2020 - 06:06 WIB
loading...
Jelang Pemilu, Trump...
PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Dubes AS untuk Israel David Friedman berada di pemukiman Israel untuk upacara penandatanganan kesepakatan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencabut larangan menggunakan uang pajak untuk mendanai riset sains Israel yang dilakukan di pemukiman Yahudi di tanah Palestina .

Tindakan ini dikecam Palestina karena merupakan upaya melegalisasi pemukiman Yahudi yang ilegal di mata hukum internasional.

Dengan pemilu presiden (pilpres) AS yang semakin mendekat, langkah Trump itu dipuji Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan dapat menari pemilih Kristen yang mendukung pemukiman Israel di Tepi Barat.

Universitas Israel di Pemukiman Ariel, Tepi Barat, menjadi lokasi untuk upacara pembukaan tempat baru untuk kerja sama sains AS dengan para peneliti Israel.

Palestina yang menginginkan Tepi Barat untuk negara masa depan menganggap langkah itu membuat AS terlibat dalam perusahaan pemukiman ilegal Israel. (Baca Juga: Putri Presiden Lebanon Tak Menolak Damai dengan Israel)

Di Ariel, Netanyahu dan David Friedman, duta besar AS untuk Israel, merevisi tiga perjanjian yang dicapai antara 1972 dan 1977, sehingga memungkinkan para peneliti di pemukiman Yahudi untuk mengajukan dana ke pemerintah AS. Mereka juga menandatangani perjanjian kerja sama ilmiah dan teknologi baru. (Lihat Video: Kapal Pencuri Ikan Bendera Malaysia Dibakar dan Ditenggelamkan)

Sesuai larangan yang sekarang dicabut, uang penelitian untuk orang Israel tidak dapat didistribusikan di daerah-daerah seperti Tepi Barat yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967. (Lihat Infografis: Daftar Produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim)

Sebagian besar negara di dunia memandang pemukiman permanen di wilayah pendudukan sebagai pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa, meskipun Israel membantahnya.



"Visi Trump, membuka Yudea dan Samaria untuk keterlibatan akademis, komersial dan ilmiah dengan Amerika Serikat," ungkap Netanyahu pada upacara di Ariel, memakai nama-nama alkitabiah untuk wilayah Tepi Barat.

"Ini adalah kemenangan penting melawan semua orang yang berusaha mendelegitimasi segala sesuatu yang dilakukan Israel di luar garis tahun 1967," papar Netanyahu.

Friedman mengatakan USD1,4 miliar telah diinvestasikan oleh tiga dana kerjasama penelitian AS-Israel sejak 1972.

Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, “Pencabutan larangan pendanaan itu menunjukkan partisipasi Amerika dalam pendudukan tanah Palestina.”

Pemerintahan Trump tahun lalu secara efektif mendukung hak Israel membangun pemukiman Tepi Barat dengan meninggalkan posisi lama AS bahwa pemukiman tidak sejalan dengan hukum internasional.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved