Arab Saudi Kecam Kartun Hina Nabi Tapi Tak Dukung Boikot Produk Prancis

Rabu, 28 Oktober 2020 - 23:03 WIB
loading...
Arab Saudi Kecam Kartun...
Rak supermarket dikosongkan dari produk-produk Prancis di Kuwait City, Kuwait, 25 Oktober 2020. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Arab Saudi mengecam kartun Prancis yang melecehkan Nabi Muhammad tapi tidak mendukung kampanye boikot produk-produk Prancis.

Reuters melaporkan, para pejabat Saudi menyatakan kerajaan itu mengecam semua aksi terorisme terkait pemenggalan guru Prancis yang menampilkan kartun yang menghina Nabi Muhammad pada para muridnya.

"Kebebasan berekspresi dan budaya harus menjadi mercusuar untuk menghormati, toleransi, dan perdamaian yang menolak praktik dan tindakan yang menghasilkan kebencian, kekerasan, dan ekstremisme serta bertentangan dengan eksistensi bersama," papar pernyataan para pejabat Saudi, dilansir Memo.

Kartun itu telah ditampilkan di gedung-gedung pemerintah Prancis sebagai bentuk solidaritas pada guru yang tewas dipenggal itu. (Baca Juga: Paris Mencekam dengan Ancaman Bom dan Temuan Tas Berisi Amunisi)

Tindakan pemerintah Prancis itu memicu seruan global bagi Muslim agar memboikot perusahaan-perusahaan dan produk-produk Prancis. (Lihat Video: Kapal Pencuri Ikan Bendera Malaysia Dibakar dan Ditenggelamkan)

Tak ada negara-negara Arab yang secara resmi mendukung boikot produk Prancis. Meski demikian, banyak produk yang telah disingkirkan dari rak-rak supermarket di Qatar dan Kuwait. (Lihat Infografis: Daftar Produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim)

Sedangkan mufti Oman kemarin mengimbau umat Islam untuk menjauhi produk Prancis dan melindungi Islam dan nabinya.



Harian Arab Saudi, Arab News, kemarin mengutip Kepala Liga Dunia Muslim yang berbasis di Saudi, Mohammed Al-Issa, yang memperingatkan, “Reaksi berlebihan yang negatif dan melampaui apa yang dapat diterima hanya akan menguntungkan para pembenci."

Badan keagamaan tertinggi Arab Saudi, Dewan Cendekiawan Senior, mengatakan menghina nabi hanya melayani ekstremis yang ingin menyebarkan kebencian di antara masyarakat.

“Tugas orang bijak di seluruh dunia adalah mengutuk penghinaan semacam itu, yang tidak ada hubungannya dengan kebebasan berpikir dan berekspresi dan tidak lebih dari prasangka murni dan layanan gratis bagi ekstremis,” papar pernyataan dewan itu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved