Tak Senang F-35, Israel Incar Jet Tempur Siluman F-22 Raptor Eksklusif
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Namun Israel, yang tidak berminat untuk menyerahkan "kekuasaan" kepada UEA, dengan pejabat pertahanan negara tersebut mengonfirmasi bahwa mereka telah meminta pejabat senior AS untuk mempertimbangkan menghilangkan penghalau yang menghalangi penjualan F-22 Raptor yang mematikan kepada Angkatan Udara Israel. Langkah itu sebagai upaya memulihkan superioritas udara Israel atas wilayah Timur Tengah.
Seorang pejabat senior Israel, saat berbicara dalam pertemuan tertutup, mengatakan; "Keunggulan kualitatif kami menyempit sehubungan dengan pesawat, drone, persenjataan, dan sistem pertahanan udara."
"Laju perubahan di Timur Tengah tinggi. Ini adalah Timur Tengah yang berbeda dari pada satu dekade terakhir, dan banyak negara yang tidak berada dalam konflik langsung dengan Israel menginvestasikan uang dalam jumlah besar untuk membangun beberapa angkatan udara dan sistem pertahanan udara paling maju di dunia," ujar pejabat tersebut yang berbicara dalam kondisi anonim seperti dikutip EurAsian Times, Rabu (28/10/2020). (Baca juga: Inilah Daftar Produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim )
Ini bukan pertama kalinya para pejabat Israel meningkatkan kemungkinan membeli F-22 Raptor. Sebelumnya, Netanyahu telah berupaya untuk menambahkan lebih banyak jet tempur canggih meski Amerika sudah menawarkan F-35 dan F-16.
Namun, semua pendekatannya telah ditolak oleh Pentagon seiring dengan permintaan negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan bahkan China.
Penjualan F-22 Raptor ke militer asing dilarang oleh undang-undang federal, berdasarkan "Obey Amendment” yang menyatakan; "Tidak ada dana yang tersedia dalam Undang-undang ini yang dapat digunakan untuk menyetujui atau melisensikan penjualan jet tempur taktis F- 22 canggih untuk pemerintah asing."
Seorang pejabat senior Israel, saat berbicara dalam pertemuan tertutup, mengatakan; "Keunggulan kualitatif kami menyempit sehubungan dengan pesawat, drone, persenjataan, dan sistem pertahanan udara."
"Laju perubahan di Timur Tengah tinggi. Ini adalah Timur Tengah yang berbeda dari pada satu dekade terakhir, dan banyak negara yang tidak berada dalam konflik langsung dengan Israel menginvestasikan uang dalam jumlah besar untuk membangun beberapa angkatan udara dan sistem pertahanan udara paling maju di dunia," ujar pejabat tersebut yang berbicara dalam kondisi anonim seperti dikutip EurAsian Times, Rabu (28/10/2020). (Baca juga: Inilah Daftar Produk Prancis yang Berpotensi Diboikot Dunia Muslim )
Ini bukan pertama kalinya para pejabat Israel meningkatkan kemungkinan membeli F-22 Raptor. Sebelumnya, Netanyahu telah berupaya untuk menambahkan lebih banyak jet tempur canggih meski Amerika sudah menawarkan F-35 dan F-16.
Namun, semua pendekatannya telah ditolak oleh Pentagon seiring dengan permintaan negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan bahkan China.
Penjualan F-22 Raptor ke militer asing dilarang oleh undang-undang federal, berdasarkan "Obey Amendment” yang menyatakan; "Tidak ada dana yang tersedia dalam Undang-undang ini yang dapat digunakan untuk menyetujui atau melisensikan penjualan jet tempur taktis F- 22 canggih untuk pemerintah asing."
Lihat Juga :