Jual Rudal Harpoon ke Taiwan, China Bersumpah Balas AS

Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:40 WIB
loading...
Jual Rudal Harpoon ke...
China bersumpah akan balas AS setelah menjual rudal Harpoon ke Taiwan. Foto/The Drive
A A A
BEIJING - China tidak bisa menyembunyikan ketidaksukaannya atas keputusan Amerika Serikat (AS) menjual senjata ke Taiwan . China bersumpah akan memberikan tindakan yang tepat dan perlu atas keputusan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan kepada wartawan bahwa penjualan senjata ke Taiwan melanggar prinsip 'Satu-China' dan sangat merusak hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

"China akan mengambil tindakan yang tepat dan perlu untuk dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan kepentingan keamanannya," kata Wenbin seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (27/10/2020).

Departemen Luar Negeri AS mengesahkan potensi penjualan hingga 400 rudal jelajah anti-kapal Harpoon, bersama dengan peluncur mobile, radar, dan dukungan teknis terkait, ke Taiwan senilai sekitar USD2,4 miliar ke Taipei. AS mengatakan bahwa mereka menganggap keamanan Taiwan "pusat" bagi keamanan kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.(Baca juga: Abaikan Kemarahan China, AS Setuju Jual 400 Rudal Harpoon ke Taiwan )

Kementerian Pertahanan Taiwan menyambut baik berita tersebut, yang menyatakan bahwa AS secara aktif membantu dalam memperkuat pertahanan negara pulau itu.

Persetujuan kesepakatan senjata lain datang setelah pemerintah AS secara terpisah mengesahkan penjualan senjata senilai USD1,8 miliar ke Taiwan, termasuk 135 rudal jelajah berpemandu presisi.

Beijing menanggapi dengan memasukkan produsen senjata utama Amerika seperti Boeing, Lockheed Martin, dan Raytheon ke dalam daftar hitam, bersama dengan beberapa individu dan entitas AS lainnya yang terkait dengan perdagangan senjata dengan Taiwan.(Baca juga: China Sanksi Perusahaan AS Terkait Penjualan Senjata ke Taiwan )

(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved