Biden Akui Trump Bisa Menang karena Strategi yang Dimainkannya

Selasa, 27 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Dalam pandangan Clodagh Harrington, pakar politik AS dari Universitas De Montfort di Leicester,mengatakan ketika orang percaya pada jajak pendapat yang dianggap bukan sebagai suara. “Orang yang ditanya saat jajak pendapat, mereka bisa berubah pikiran ketika memberikan pilihan ketika memberikan suara,” katanya dilansir BBC. (Baca juga: Tips Tetap Sehat Selama Libur Panjang di Tengah Pandemi)

Apalagi dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos menyatakan satu dari 10 pendukung Trump dan Biden menyatakan mereka tidak akan menerima hasil pemilu November mendatang. 43% pendukung Biden menyatakan tidak akan menerima kemenangan Trump. Kemudian, 41% rakyat AS juga menginginkan Trump terpilih kembali serta tidak akan menerima kemenangan Biden.

Analis politik Universitas Columbia Donald Green mengatakan, hasil pemilu itu memicu kekhawatiran kekerasan dan kerusuhan selepas pemilu. Namun, dia memperingatkan tuduhan kecurangan pemilu yang dilontarkan salah satu kandidat bisa memicu protes yang lebih luas. “Itulah kenapa banyak orang yang menentang Trump akan menahan hafas dan berharap hasil pemilu tidak direbut mereka,” kata Green.

Strategi kampanye Trump memang berbeda dengan Joe Biden dari Partai Demokrat. Di saat Biden hanya fokus menarik peserta kampanye dalam jumlah terbatas, Trump tetap menarik kerumunan massa. Meskipun dia sudah dinyatakan pulih dari Covid-19, tetapi belum dinyatakan negatif, Trump tetap menggunakan strategi massa. (Lihat videonya: Pemprov DKI Putuskan Perpanjang Masa PSBB Transisi)

“Kita akan melakukan banyak hal berbeda dan cara yang berbeda. Bagaimana mereka bisa bermanifes dengan keterlibatan presiden yang kini dalam proses pemulihan,” kata Hogan Gidley, Sekretaris Pers Nasional Kampanye Trump. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
5 Fakta Menarik Korea...
5 Fakta Menarik Korea Selatan Tumbang dari Meksiko di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved