Milenial Kecewa Sistem Demokrasi

Senin, 26 Oktober 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Di Inggris pada 1973 misalnya sebanyak 54% responden dari generasi interwar berusia 30 tahunan mengaku puas dengan sistem demokrasi di Inggris. Jumlahnya terus meningkat. Memasuki usia 60 tahunan, sebanyak 57% dari mereka mengaku merasa puas. Saat itu tingkat kepuasan generasi x juga tinggi, yakni mencapai 62%.

Secara global, generasi milenial gelombang pertama yang masuk perguruan tinggi masih memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi daripada pendahulunya. Tapi tingkat kepuasan itu menurun secara drastis menyusul banyaknya tantangan yang menguji demokrasi, mulai dari krisis keuangan, perang di timur tengah hingga wabah penyakit menular.

Adapun di AS, hampir 63% generasi milenial mengaku puas dengan sistem demokrasi di negaranya saat mereka berusia 20 tahunan. Namun saat memasuki usia 30 tahunan atau pasca-2010, jumlahnya menurun menjadi 50%. Padahal saat itu sebanyak 74% generasi baby boomers mengaku puas dan 68% di antaranya tetap puas sampai sekarang.

Generasi milenial dan generasi X terus mengalami penurunan kepuasan terhadap sistem demokrasi. Jika ketimpangan sosial, politik, dan ekonomi terus berlanjut, hal itu akan memicu revolusi baru. Kenyataannya kebijakan di berbagai negara kini mulai berubah, mulai dari tingginya nasionalisme hingga perombakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Negara yang mampu membangun ekonomi secara merata cenderung stabil. Islandia dan Austria misalnya. Generasi milenial, generasi X, baby boomers, dan interwar di kedua negara itu hampir memiliki kepuasan yang sama tinggi. Sebaliknya di negara besar dengan jumlah penduduk banyak dan ketimpangan yang luas, perbedaannya kentara dan terus meningkat di setiap tahun. (Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Laboratorium Pembentukan Bintang dan Planet)

“Tumpukan utang yang menggunung, rendahnya peluang memiliki rumah sendiri, sulitnya memulai rumah tangga, dan ketergantungan terhadap warisan bila dibandingkan dengan kerja keras dan bakat untuk meraih kesuksesan menyebabkan generasi muda saat ini merasa hampa dengan sistem demokrasi. Mereka merasa sistem ini tidak optimal,” kata Foa.

Adapun di negara lain di luar Eropa dan AS, sistem demokrasi juga kurang dirasakan manfaatnya oleh generasi muda. Di Amerika Latin dan Afrika, penelitian ini menunjukkan generasi muda di dua kawasan itu tampak jenuh dan lesu setelah 25 tahun berada di bawah sistem demokrasi mengingat penerapannya tidak sesuai dengan kampanye.

“Di seluruh dunia kami melihat adanya jurang pemisah antara generasi muda dan generasi sebelumnya dalam memandang fungsi demokrasi,” kata Foa. “Pemutusan hubungan demokrasi ini bukan berasal dari luar, tapi justru dari dalam. Para pemegang kebijakan gagal membuahkan hasil yang berarti bagi generasi muda sehingga tercipta ketidaksetaraan,” imbuhnya.

Kelompok yang diyakini sukses menerapkan sistem demokrasi dalam lima tahun terakhir ialah kelompok populis dan sayap kiri. Hal itu banyak terjadi di Eropa dan dibuktikan dengan naiknya Syriza di Yunani, Podemos di Spanyol, Viktor Orban di Hungaria, dan Partai Law and Justice di Polandia. Generasi muda di bawah pimpinan kelompok populis mengaku puas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
7 Juta Warga AS Turun...
7 Juta Warga AS Turun ke Jalanan Lawan Trump dengan Gerakan No Kings, Ini 6 Alasannya
Demo Anti-Trump Guncang...
Demo Anti-Trump Guncang Seluruh AS, Lampiaskan Protes Kemarahan 'No Kings'
7 Fakta Cape Verde,...
7 Fakta Cape Verde, Negara di Afrika Paling Stabil yang Dijadikan sebagai Mercusuar
7 Rahasia San Marino...
7 Rahasia San Marino Bertahan selama 1.700 Tahun hingga Jadi Republik Tertua di Dunia
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Kisah Curacao Negara...
Kisah Curacao Negara Berpenduduk 150.000 Jiwa, Dulu Dikalahkan Timnas Indonesia Kini Tampil di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Berita Terkini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved