China Dukung WHO Lacak Asal-usul COVID-19, Kecam Kebohongan AS
Jum'at, 08 Mei 2020 - 00:39 WIB
loading...
A
A
A
"Kami selalu terbuka untuk bekerja sama dengan WHO dalam hal-hal, termasuk pada masalah asal-usul (pandemi COVID-19)," katanya.
Tetapi Hua mengulangi timeline sinyal dari Prancis, Swedia dan Amerika Serikat sendiri bahwa virus itu kemungkinan tidak muncul pertama kali di China.
“Sementara para ilmuwan belum mencapai kesimpulan, mengapa Menteri Luar Negeri Pompeo mengambil kesimpulan tergesa-gesa bahwa virus itu berasal dari laboratorium Wuhan? Di mana buktinya? Tunjukkan pada kami buktinya. Jika dia tidak dapat menunjukkan bukti, maka dia mungkin masih dalam proses membuat bukti ini," kata Hua, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/5/2020).
WHO telah mendesak setiap negara untuk menyelidiki kasus awal COVID-19 dan menyebut komentar Pompeo tentang kemungkinan bahwa sumber COVID-19 dari laboratorium di Wuhan sebagai komentar "spekulatif".
Hua mengatakan Pompeo telah membantah dirinya dalam wawancara tentang virus itu. “Alasan mengapa dia menentang dirinya adalah karena dia selalu berbohong untuk menutupi kebohongan lain. Ini adalah rahasia umum," ujarnya.
Tetapi Hua mengulangi timeline sinyal dari Prancis, Swedia dan Amerika Serikat sendiri bahwa virus itu kemungkinan tidak muncul pertama kali di China.
“Sementara para ilmuwan belum mencapai kesimpulan, mengapa Menteri Luar Negeri Pompeo mengambil kesimpulan tergesa-gesa bahwa virus itu berasal dari laboratorium Wuhan? Di mana buktinya? Tunjukkan pada kami buktinya. Jika dia tidak dapat menunjukkan bukti, maka dia mungkin masih dalam proses membuat bukti ini," kata Hua, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/5/2020).
WHO telah mendesak setiap negara untuk menyelidiki kasus awal COVID-19 dan menyebut komentar Pompeo tentang kemungkinan bahwa sumber COVID-19 dari laboratorium di Wuhan sebagai komentar "spekulatif".
Hua mengatakan Pompeo telah membantah dirinya dalam wawancara tentang virus itu. “Alasan mengapa dia menentang dirinya adalah karena dia selalu berbohong untuk menutupi kebohongan lain. Ini adalah rahasia umum," ujarnya.
(min)
Lihat Juga :