Rusia: Mekanisme Politik PBB Cegah Perang Dunia III

loading...
Rusia: Mekanisme Politik PBB Cegah Perang Dunia III
Rusia menilai mekanisme yang ditetapkan oleh Piagam PBB memungkinkan dunia menyelesaikan banyak masalah akut dan tidak tergelincir ke jurang Perang Dunia III. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Mekanisme yang ditetapkan oleh Piagam PBB memungkinkan dunia menyelesaikan banyak masalah akut dan tidak tergelincir ke jurang Perang Dunia III. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev.

Mantan Perdana Menteri Rusia itu mengatakan, terlepas dari semua masalah dan krisis yang dihadapi PBB, dan negara-negara anggotanya selama bertahun-tahun sulit untuk tidak setuju bahkan mekanisme PBB telah sukses menyelamatkan dunia dari berbagai krisis besar. (Baca juga: Dapat Gaji Gede, Khabib Bisa Beli 11 Mobil Termewah Buatan Rusia)

"Sebagian besar berkat mekanisme hukum dan politik internasional yang ditetapkan oleh Piagam PBB yang berhasil membuat kita untuk tidak terlibat perang dunia ketiga dan menangani banyak masalah kritis saat membentuk tatanan dunia pasca-perang," ucap Medvedev.

Menurut Medvedev, seperti dilansir Tass padaSenin(26/10/2020), badan-badan PBB telah melakukan banyak pekerjaan untuk membuat dunia mundur dari jurang konflik dan meluncurkan mekanisme penyelesaian konflik dalam kerangka hukum.



"Jadi, perlucutan senjata, pengurangan, dan penghapusan semua persediaan senjata pemusnah massal merupakan salah satu tujuan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Medvedev.

"Hari ini ada kebutuhan mendesak bagi kami untuk terus bekerja menuju tujuan ini. Kami berharap Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan tatap muka dari lima nuklir untuk membahas masalah paling mendesak umat manusia," sambungnya.

Dia mengatakan, masalah perpanjangan Perjanjian tentang Tindakan untuk Pengurangan Lebih Lanjut dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (Perjanjian START Baru) juga perlu segera diselesaikan.



"Pada saat yang sama, kami tidak hanya perlu memastikan pengurangan senjata yang ada, tetapi juga untuk meminimalkan risiko kemungkinan ancaman baru. Dalam hal ini, Rusia telah menyatakan moratorium penyebaran sistem rudal baru di Eropa dan wilayah lainnya," ungkapnya. (Baca juga: Eks PM Rusia Prihantin PBB Ingin Diganti 'Klub Negara Demokrasi')

"Kami berharap untuk melihat mitra Barat kami mengambil langkah timbal balik. Kami juga menyerukan kesimpulan dari perjanjian yang mengikat secara hukum dengan semua kekuatan luar angkasa untuk menempatkan larangan komprehensif pada militerisasi ruang," tukas Medvedev.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top