Bom Bunuh Diri Hantam Pusat Pendidikan di Kabul, 18 Tewas
Minggu, 25 Oktober 2020 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Puluhan siswa tewas di daerah yang sama di Kabul dalam serangan terhadap pusat pendidikan lain pada tahun 2018.
Seorang guru di pusat pendidikan Kawsar-e Denmark, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah keamanan, mengatakan bahwa dia dan staf pengajar lainnya terkejut dengan penargetan lembaga yang telah memberikan bimbingan untuk memberi ribuan anak jalan ke pendidikan tinggi.
“Semua siswa penuh energi, termasuk keluarga miskin tapi berharap masa depan lebih cerah,” ujarnya seperti dikutip dari kantor berita Australia, ABC, Minggu (25/10/2020).
Serangan terbaru ini terjadi setelah pertempuran sengit di beberapa provinsi dalam beberapa pekan terakhir, yang telah membuat ribuan warga sipil mengungsi di provinsi Helmand selatan.(Baca juga: Hentikan Serangan di Provinsi Helmand, Taliban Ajukan Syarat )
"Berapa banyak lagi yang bisa kita tahan, sebagai individu dan sebagai masyarakat? Berapa kali kita bisa bangkit?" tanya Shaharzad Akbar, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan di Twitter, mengatakan penargetan warga sipil adalah kejahatan perang.
Seorang guru di pusat pendidikan Kawsar-e Denmark, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah keamanan, mengatakan bahwa dia dan staf pengajar lainnya terkejut dengan penargetan lembaga yang telah memberikan bimbingan untuk memberi ribuan anak jalan ke pendidikan tinggi.
“Semua siswa penuh energi, termasuk keluarga miskin tapi berharap masa depan lebih cerah,” ujarnya seperti dikutip dari kantor berita Australia, ABC, Minggu (25/10/2020).
Serangan terbaru ini terjadi setelah pertempuran sengit di beberapa provinsi dalam beberapa pekan terakhir, yang telah membuat ribuan warga sipil mengungsi di provinsi Helmand selatan.(Baca juga: Hentikan Serangan di Provinsi Helmand, Taliban Ajukan Syarat )
"Berapa banyak lagi yang bisa kita tahan, sebagai individu dan sebagai masyarakat? Berapa kali kita bisa bangkit?" tanya Shaharzad Akbar, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan di Twitter, mengatakan penargetan warga sipil adalah kejahatan perang.
Lihat Juga :