Bom Bunuh Diri Hantam Pusat Pendidikan di Kabul, 18 Tewas
Minggu, 25 Oktober 2020 - 09:22 WIB
loading...
Serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah pusat pendidikan di Kabul menewaskan 18 orang. Foto/ABC
A
A
A
KABUL - Sebuah bom bunuh diri menghantam pusat pendidikan di Ibu Kota Afghanistan , Kabul. Serangan itu menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk pelajar remaja dan melukai puluhan lainnya.
Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian mengatakan, penjaga keamanan telah mengidentifikasi seorang bomber yang meledakkan bom di jalan di luar pusat pendidikan Kawsar-e Denmark.
Kementerian Kesehatan mengatakan sebagian besar korban adalah pelajar berusia antara 15 dan 26 tahun. Sedangkan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyatakan lima puluh tujuh orang terluka dalam serangan itu.
Seorang saksi mata mengatakan anggota keluarga korban berkumpul di rumah sakit terdekat. Mereka mencari orang-orang terkasih yang hilang di antara tas berisi jenazah mereka yang tewas, yang diletakkan di lantai rumah sakit, sementara petugas di luar mendorong pasien yang terluka dengan tandu untuk perawatan.
Serangan itu, yang dikutuk oleh NATO dan Pemerintah Afghanistan, terjadi di daerah Kabul barat yang merupakan rumah bagi banyak komunitas Syiah di negara itu, sebuah kelompok minoritas di Afghanistan yang di masa lalu menjadi sasaran oleh kelompok-kelompok seperti ISIS.
Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian mengatakan, penjaga keamanan telah mengidentifikasi seorang bomber yang meledakkan bom di jalan di luar pusat pendidikan Kawsar-e Denmark.
Kementerian Kesehatan mengatakan sebagian besar korban adalah pelajar berusia antara 15 dan 26 tahun. Sedangkan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyatakan lima puluh tujuh orang terluka dalam serangan itu.
Seorang saksi mata mengatakan anggota keluarga korban berkumpul di rumah sakit terdekat. Mereka mencari orang-orang terkasih yang hilang di antara tas berisi jenazah mereka yang tewas, yang diletakkan di lantai rumah sakit, sementara petugas di luar mendorong pasien yang terluka dengan tandu untuk perawatan.
Serangan itu, yang dikutuk oleh NATO dan Pemerintah Afghanistan, terjadi di daerah Kabul barat yang merupakan rumah bagi banyak komunitas Syiah di negara itu, sebuah kelompok minoritas di Afghanistan yang di masa lalu menjadi sasaran oleh kelompok-kelompok seperti ISIS.
Lihat Juga :